Berharap Hidup Lebih Baik, Mengenal Suryanto Yang Pilih Transmigrasi ke Poso, Sulawesi

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 21:50 WIB
Suryanto, 36, warga Kota Jogja, mengikuti program transmigrasi. Cintia Yuliani/Radar Jogja
Suryanto, 36, warga Kota Jogja, mengikuti program transmigrasi. Cintia Yuliani/Radar Jogja

JOGJA - Keterbatasan kepemilikan rumah dan keinginan memiliki kebun sendiri mendorong Suryanto, 36, warga Kota Jogja, mengikuti program transmigrasi. Bersama istri dan seorang anaknya, dia bersiap memulai kehidupan baru di Poso, Sulawesi.

Bagi Suryanto, program transmigrasi menjadi kesempatan untuk memperbaiki taraf hidup sekaligus membangun usaha secara mandiri. Apalagi, melalui program tersebut, dia berpeluang mendapatkan rumah, pekarangan, hingga lahan untuk berkebun.

“Karena di kampung tidak punya rumah, jadi ingin ikut transmigrasi. Di sana kan ada bantuan rumah, pekarangan, sama kebun,” ujarnya saat ditemui di acara Pelepasan Transmigrasi dan Pembacaan Pemenang Lomba Storytelling di Hotel Grand Keisha, Sleman, DIY, Senin (12/10/2026).

Baca Juga: Belum 24 Jam Menjabat, Kapolresta Sleman Kena Mutasi, JPW: Tersingkat, Bisa Didaftarkan MURI

Suryanto mengaku telah mendaftarkan diri sebagai calon transmigran sekitar tiga tahun lalu. Setelah menunggu cukup lama, dia akhirnya mendapat panggilan untuk mengikuti program tersebut. "Saya senang, harapannya bisa mengelola kebun sendiri," tuturnya. 

Keputusan mengikuti transmigrasi juga tidak lepas dari pengalaman kerjanya di sejumlah daerah. Dia pernah bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan selama dua tahun dan Sumatera selama empat tahun. Selain itu, dia juga pernah bekerja di bidang peternakan ayam petelur selama empat tahun.

Dari pengalaman tersebut, Suryanto menilai bekerja sebagai karyawan perusahaan belum cukup untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Penghasilan yang diperoleh selama ini lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Waspada Gelombang Laut, Pemancing di Pesisir Gunungkidul Diimbau Tak Memaksakan Diri

“Kalau ikut perusahaan, kita tidak maju. Gajinya cuma cukup buat makan. Kalau punya kebun sendiri, kemungkinan besar bisa punya hasil sendiri,” tuturnya.

Di tempat tujuan transmigrasi, Suryanto telah merencanakan jenis tanaman yang akan dibudidayakan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia ingin menanam berbagai sayuran, seperti cabai dan sawi, serta tomat. 

"Untuk hasil jangka panjang, saya berencana menanam kopi, durian, dan kakao," katanya. 

Hasil kebun tersebut nantinya diharapkan tidak hanya mencukupi kebutuhan keluarga, tetapi juga menjadi sumber penghasilan. Dengan begitu, dia bisa membangun kehidupan yang lebih mandiri tanpa sepenuhnya bergantung pada pekerjaan di perusahaan.

Baca Juga: Cegah Antraks Terkendala Vaksinasi, Kesadaran Peternak Minim: Empat Kabupaten Berstatus Tertular

Keberadaan keluarga istrinya yang telah lebih dahulu tinggal di Poso turut menguatkan keputusan Suryanto. 

Dia pun mengaku siap menghadapi berbagai tantangan ketika memulai kehidupan di tempat baru. Dia bahkan berharap dapat tinggal di Poso untuk jangka panjang dan tidak perlu kembali ke Jogja untuk mencari penghidupan.

“Kalau ada kendala, tetap bertahan. Semoga bisa mengubah hidup, biar tidak susah lagi,” harapnya. (cin)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
poso sulawesi Hidup Lebih Baik kehidupan baru Warga Kota Jogja transmigrasi