KEBUMEN - Tidak pernah terlintas dalam benak Saiful Hadi bahwa suatu hari dirinya akan duduk di kursi legislatif. Masa kecil yang jauh dari kemapanan bahkan sempat membuatnya merasa minder. Namun, perjalanan hidup membawanya ke tempat yang sama sekali tak pernah dibayangkan.
Kini, di usia 55 tahun, Saiful dipercaya menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Dua periode sudah dia jalani sebagai wakil rakyat. Di balik pencapaiannya, ada perjalanan panjang yang ditempa sejak masa kecil di sebuah desa di pelosok Kebumen.
Saiful lahir dan tumbuh di Desa Kalipoh, Kecamatan Ayah. Desa itu berjarak sekitar 45 kilometer atau 1,5 jam perjalanan dari pusat Kota Kebumen. Jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, Saiful kecil menjalani hidup dalam keterbatasan.
Untuk bersekolah, dia harus berjalan kaki menempuh jarak yang tidak dekat. Kehidupan sederhana itu justru menjadi bagian yang paling membekas dalam ingatannya. "Saya orang gunung, waktu kecil dulu harus jalan kaki jauh kalau mau sekolah. Anak singkong betul," ucapnya kepada Radar Jogja Jumat (18/9).
Baca Juga: DKPP Sebut 25 Merek Beras Fortifikasi Nihil di Bantul, Warga Diklaim Konsumsi Beras Lokal
Kehidupan serba terbatas membuat Saiful terbiasa menjalani laku prihatin. Listrik belum masuk ke desanya ketika dia masih kecil. Obor menjadi penerangan yang biasa digunakan ketika warga beraktivitas selepas malam tiba. "Listrik masuk desa saya saja belum lama, dulu masih pakai obor kalau ke mana-mana. Di situ asyiknya," ujarnya.
Bagi Saiful, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah. Didikan orang tua sejak kecil membentuknya untuk terbiasa berjuang dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Jalan hidupnya pun tidak langsung mengarah ke politik. Sebelum duduk di kursi dewan, Saiful sempat menjalani sejumlah pekerjaan. Dia pernah bekerja di sebuah rumah sakit pada era 1990-an. Setelah itu, dia merintis usaha percetakan dan advertising di Semarang.
Baca Juga: Pihak SMKN 2 Jogja Bicarakan Kompensasi Biaya Pengobatan Siswa yang Keracunan MBG dengan SPPG
Membangun usaha dari awal juga tidak mudah. Berbagai pengalaman tersebut justru memperluas pergaulan dan jejaringnya. Di saat yang sama, pengalaman berorganisasi menjadi bekal lain yang membentuk cara pandangnya.
Dari berbagai pengalaman itulah, Saiful kemudian mulai menapaki dunia politik. Pada 2019, dia memutuskan maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari PDI Perjuangan.
Keputusan itu berbuah hasil. Saiful terpilih menjadi legislator dari daerah pemilihan (dapil) 10 yang meliputi Kabupaten Kebumen, Banjarnegara, dan Purbalingga.
Lima tahun berselang, dia kembali maju pada Pemilu 2024. Hasilnya, Saiful kembali dipercaya masyarakat dari dapil yang sama dengan perolehan lebih dari 37 ribu suara. "Alhamdulillah, semua tidak lepas dari doa orang tua," ucapnya.
Di luar kursi legislatif, perjalanan politik Saiful juga terus berlanjut. Dia kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan untuk kali kedua.
Bagi Saiful, jabatan bukanlah tujuan akhir. Posisi yang diperoleh merupakan hasil dari proses panjang sekaligus kepercayaan yang harus dijaga.
Menurut dia, pengalaman hidup menjadi modal penting untuk memahami persoalan dan menentukan langkah. Semakin panjang perjalanan yang ditempuh, semakin banyak pula pelajaran yang didapat.
"Sing penting manfaat marang liyan (yang penting bermanfaat ke sesama). Itu kunci yang diajarkan ke saya," jelasnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita