Seorang Bhabinkamtibmas Desa Mertoyudan, Polsek Mertoyudan, Aiptu Dillia Rika Sari menginisiasi bank sampah INOVA. Sampah yang sebelumnya dibuang begitu saja kini dipilah, ditimbang, dijual, hingga diolah menjadi kompos dan media tanam melalui bank sampah tersebut.
Inovasi tersebut diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah. Selain itu, pengelolaannya diarahkan agar warga memperoleh manfaat ekonomi sekaligus memanfaatkan kembali sampah organik untuk kebutuhan pertanian rumah tangga.
Pendekatan yang dilakukan Bank Sampah INOVA diarahkan untuk membangun kebiasaan dari rumah. "Yakni memilah sampah, mengumpulkan yang masih bernilai, serta mengolah sampah organik agar kembali bermanfaat," lontarnya, Jumat (28/8).
Baca Juga: Damkarmat Kabupaten Bantul Catat Ada 83 Kebakaran Lahan sejak Awal Tahun, Imogiri Terbanyak
Ketua Bank Sampah INOVA Prajenan, Tini Lestari mengatakan, warga Dusun Prajenan dilibatkan dalam gerakan tersebut. Pendekatan yang dipilih tidak semata mengajak warga membuang sampah pada tempatnya. Warga didorong memilah sampah sejak dari rumah berdasarkan jenis dan nilai manfaatnya.
Sampah anorganik yang masih mempunyai nilai ekonomi dikumpulkan dan ditimbang sebelum dijual. Nilai hasil penjualan tersebut kemudian dicatat sebagai tabungan sampah warga.
Sementara sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi kompos dan pupuk organik. Hasil pengolahan tersebut dapat digunakan kembali untuk menanam sayuran di sekitar rumah serta budi daya maggot.
Baca Juga: Tekan Pengangguran Lulusan S1, UMY Gandeng 20 Perusahaan Buka Job Fair
Menurut Tini, sampah rumah tangga tidak berhenti pada aktivitas jual beli. Limbah yang masih dapat dimanfaatkan diolah menjadi berbagai barang untuk kebutuhan warga.
Barang bekas antara lain dimanfaatkan menjadi pot tanaman, tempat sampah dari galon bekas air mineral hingga tempat cuci tangan. "Limbah rumah tangga juga kami olah menjadi media tanam untuk menanam sayuran di sekitar rumah," katanya.
Konsep tersebut membuat pengelolaan sampah memiliki sejumlah manfaat. Sampah anorganik dapat menghasilkan nilai ekonomi, sedangkan sampah organik kembali dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Indonesia Punya Tiga Spesies Orangutan
Tini mengatakan, pendampingan Bhabinkamtibmas dan dukungan Pemdes Mertoyudan turut membantu pengembangan kegiatan tersebut. "Dengan adanya bank sampah ini sangat bermanfaat bagi warga karena dapat mengurangi sampah di sekitar kita," paparnya.
Kepala Desa Mertoyudan Eko Sungkono menilai, bank sampah dapat menjadi satu pintu masuk pemberdayaan warga. Menurutnya, sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat memberikan tambahan penghasilan apabila dipilah dan dikelola dengan benar.
Selain itu, sampah organik dapat dikembalikan ke lingkungan dalam bentuk pupuk. "Sampah yang bisa dijual dapat menambah income masyarakat, sedangkan bahan organik dapat diolah menjadi pupuk," kata Eko.
Baca Juga: Atasi Dampak Kemarau, Astra Motor Yogyakarta Salurkan Bantuan 20 Tangki Air Bersih ke Gunungkidul
Dia menyebut, pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perubahan kebiasaan warga menjadi faktor penting karena sebagian besar sampah berasal dari aktivitas rumah tangga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang Nanang Tri Agung Edi Hermawan menambahkan, Bank Sampah INOVA menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dikembangkan tidak hanya melalui pemilahan dan penjualan sampah anorganik.
Program tersebut juga mencakup pembuatan kompos, pemanfaatan barang bekas dan pengembangan konsep integrated farming. "Harapannya, model pengelolaan tersebut dapat berkembang dan menjadi contoh bagi wilayah lain," paparnya. (pra)