Sepak Bola Bahasa Universal, Moussa Bagayoko Tak Sulit Beradaptasi di PSS

Rizky Wahyu Arya Hutama • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:33 WIB

 

Moussa Bagayoko resmi menjadi pemain PSS Sleman.
Moussa Bagayoko resmi menjadi pemain PSS Sleman.

 

 

SLEMAN - Jarak ribuan kilometer dan luas samudra yang memisahkan bukan penghalang bagi para pemain sepak bola. Sebab, sepak bola selalu punya cara istimewa mempertemukan dua entitas wilayah yang berjauhan. Kisah itu kini menjadi babak baru dalam karier profesional Moussa Bagayoko.

 

​Gelandang bertahan asal Mali tersebut resmi menjatuhkan pilihannya bersama PSS Sleman untuk musim 2026/2027. Perbedaan bahasa hingga latar belakang budaya seolah melebur ketika logo candi terpatri di dada.

 

Skuad Super Elang Jawa kini menjadi pelabuhan baru baginya untuk membuktikan kualitas di lapangan hijau.

 Baca Juga: Zidan Attala Lahap 1.500 Km Bentang Jawa, Jadi Finisher Pertama, Catat Waktu 3 Hari 9 Jam 43 Menit

Menurut dia, ini adalah pengalaman pertamanya bermain di Indonesia. “Saya punya alasan tersendiri memilih datang ke sini. Yang pertama, saya senang berada di sini. Saya menikmati pengalaman baru ini dan merasa nyaman," ungkapnya, Rabu (19/8).

 

​Empat pekan menjalani agenda pramusim di Sleman dimaksimalkan betul oleh pemain berpostur jangkung ini. Bagi Moussa, setiap sesi latihan tak sekadar menggembleng fisik dan taktik, melainkan wadah krusial untuk mengasah chemistry serta memahami filosofi permainan yang diusung tim pelatih.

 

​Proses peleburan dirinya dengan tim pun berjalan tanpa kendala berarti. Karakternya yang fleksibel membuat pemain asing anyar ini cepat akrab dengan penggawa PSS lainnya.

Baca Juga: Di Bawah Pisau Tanpa Bius: Sejarah Pembedahan Ekstrem Abad ke-19

 "Alhamdulillah, proses adaptasi berjalan baik-baik saja. Saya termasuk orang yang cukup cepat beradaptasi," tuturnya. 

 

​Bagi Moussa, sepak bola adalah bahasa universal yang mampu meruntuhkan sekat perbedaan budaya. Lewat si kulit bundar, pemain berusia 27 tahun ini mengaku membangun komunikasi dan rasa kekeluargaan bersama skuad Laskar Sembada.

Sambutan hangat dari para pilar PSS Sleman membuat ruang ganti terasa makin cair. "Saya suka mereka semua. Mereka adalah teman-teman saya di dalam tim," tandasnya. (ayu/pra)

 

 

Editor : Heru Pratomo
Moussa Bagayoko PSS mali laskar sembada PSS Sleman