RADAR JOGJA - Di balik panggung dan lancarnya sebuah acara, ada sosok yang kerap kerap menjadi sorotan, yakni pembawa acara atau master of ceremony (MC). Di Kota Magelang, nama Nia Setyawati, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Vinna Movin', menjadi satu orang yang konsisten meniti karier di dunia tersebut.
Perjalanannya untuk sampai di titik ini diraih dengan jalan yang tidak instan. Berawal dari penunjukan spontan di kampungnya, ia kini dikenal sebagai MC yang malang melintang di berbagai jenis acara. Mulai dari hajatan hingga forum resmi pemerintahan.
Perempuan asal Kecamatan Magelang Selatan ini mengaku tidak pernah berencana menjadi MC. Semuanya bermula dari keterlibatannya di kegiatan Karang Taruna saat remaja. Saat itu, ia yang dikenal pendiam justru ditunjuk menjadi MC pada peringatan 17 Agustus di kampungnya.
"Awalnya benar-benar nggak sengaja. Tiba-tiba ditunjuk jadi MC, padahal aku termasuk yang paling pendiam," bebernya melalui pesan singkat, Jumat (31/7).
Penampilan pertama itu diakuinya jauh dari kata percaya diri. Rasa gugup, keringat dingin, hingga kesalahan kecil menjadi bagian dari proses tersebut. Namun, pengalaman itu justru menumbuhkan ketertarikan. Dari satu acara ke acara lain, ia terus dipercaya memandu kegiatan, mulai dari pentas seni hingga acara warga.
Kepercayaan itu lantas meluas ke lingkungan sekitar. Ia mulai diminta menjadi MC dalam acara ulang tahun hingga kegiatan kecil lainnya. Dari situ, Vinna perlahan memiliki jam terbang, hingga akhirnya memasuki ranah profesional tahun ini. "Pertama kali dibayar itu sekitar Rp 100 ribu," kenangnya.
Baca Juga: Top Skor ASEAN Championship 2026: Mitchell Baker Kokoh di Puncak Usai Bobol Gawang Timor Leste
Namun, memasuki dunia profesional tidak serta-merta bebas dari tantangan. Vinna mengaku, rasa gugup tetap menjadi hal yang harus dihadapi, bahkan setelah bertahun-tahun berkarier. Bagi dia, tantangan terbesar bukan sekadar berbicara di depan publik, melainkan mengelola emosi dan menjaga suasana hati.
"Kalau mood lagi turun, itu tantangannya bagaimana kita tetap bisa tampil maksimal. MC itu bukan cuma ngomong, tapi juga soal rasa," lontarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya detail dalam setiap acara. Pada masa awal karier, ia terbiasa memastikan seluruh susunan acara, mulai dari nama pejabat yang hadir hingga detail teknis seperti dirigen lagu kebangsaan. Hal-hal kecil yang sering dianggap sepele justru menjadi kunci profesionalitasnya.
Uniknya, jalur yang ditempuh Vinna tidak mengikuti pola umum. Jika banyak MC berawal dari dunia penyiaran, ia justru sebaliknya. Setelah aktif menjadi MC sejak SMA hingga kuliah, ia baru masuk ke dunia radio sebagai penyiar di Radio Unimma.
"Prosesku memang kebalik. Sudah jalan dulu baru ikut pelatihan. Tapi, ya dinikmati saja," ujarnya.
Selama berkarier, Vinna telah memandu berbagai jenis acara. Ia menyebut, setiap acara memiliki kesan tersendiri. Dalam acara pernikahan, ia merasakan suasana sakral saat mendampingi prosesi akad hingga resepsi. Sementara dalam acara komunitas, ia menemukan energi kebersamaan dan ruang untuk berjejaring.
Tidak hanya itu, ia juga kerap dipercaya memandu acara formal, termasuk kegiatan kementerian. Pengalaman bertemu dengan sejumlah pejabat nasional, kata Vinna, menjadi bagian dari perjalanan kariernya yang tak terlupakan.
Sementara untuk menjaga kualitas penampilan, Vinna memiliki standar persiapan yang disiplin. Ia terbiasa datang lebih awal ke lokasi, mengikuti briefing, hingga mempelajari detail acara secara menyeluruh. Bahkan, ia menekankan pentingnya menghafal nama dan jabatan tamu kehormatan secara tepat.
Baca Juga: Top Skor ASEAN Championship 2026: Mitchell Baker Kokoh di Puncak Usai Bobol Gawang Timor Leste
"Jangan sampai salah sebut, karena itu bagian dari profesionalitas," tegasnya.
Selain persiapan teknis, ia juga menyesuaikan gaya komunikasi dengan karakter acara. Dalam acara formal, ia menjaga nada bicara tetap tenang dan terstruktur. Sementara dalam acara hiburan atau gathering, ia lebih fleksibel dan interaktif.
"Harus bisa menempatkan diri. Setiap acara punya karakter sendiri," terangnya.
Kepada para pemula, ia berpesan agar tidak ragu memulai, meski tanpa pengalaman. Vinna percaya, kemampuan berbicara di depan publik bukan semata bakat, melainkan keterampilan yang bisa dilatih.
"Mulai saja dulu, bisa dari depan kaca atau dari kegiatan komunitas. Bakat itu bisa dipelajari dan jadilah diri sendiri," ucapnya. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita