Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Marak Keracunan MBG, Gubernur DIY Didesak Ambil Tindakan Mitigasi 

I
Penulis: Iwan Nurwanto❯

Advertisement

PERAWATAN: Penerima manfaat MBG mengalami mual dan muntah akibat keracunan, Januari 2026. (Foto: Anom Bagaskoro/Radar Jogja)
PERAWATAN: Penerima manfaat MBG mengalami mual dan muntah akibat keracunan, Januari 2026. (Foto: Anom Bagaskoro/Radar Jogja)

JOGJA - Terus munculnya kasus keracunan makanan dalam program makan bergizi gratis (MBG) menjadi perhatian sejumlah pihak. Salah satunya Yayasan Bijana Paksi Sitengsu. Organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan itu mendesak adanya langkah mitigasi dari Gubernur DIY.

Sekretaris Yayasan Bijana Paksi Sitengsu R.M Teddy Anggoro mendorong agar tata kelola MBG lebih transparan. Supaya dapat mengantisipasi keracunan makanan. Ia juga menyoroti  kelalaian manajemen waktu yang kemudian menjadi penyebab makanan basi di lapangan.

Advertisement

Teddy menegaskan, pihaknya mendukung penuh Gubernur DIY Sri Sultan HB X untuk melakukan perbaikan sistem MBG. Ia juga berharap agar ada sanksi tegas kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melakukan pelanggaran.

Ia juga mendorong agar ada pengecekan terhadap asal muasal bahan makanan dan pengelolaan anggaran. Pasalnya, bahan makanan yang disajikan dalam kondisi basi diduga menjadi biang dari banyaknya kasus keracunan di berbagai daerah dalam program MBG.

Advertisement

"Masyarakat berhak tahu dari mana berasnya, kapan sayurnya dipotong, dan berapa anggaran asli per porsi. Kalau anggarannya dipotong di tengah jalan sampai menunya cuma sekedar roti murah, itu namanya korupsi hak hidup anak sekola,” ujar Teddy dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Sebagaimana diketahui, kasus keracunan makanan dalam program MBG memang masih marak. Korban cukup banyak terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur. Sementara di Jogjakarta kasus keracunan makanan terjadi di wilayah Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman pada Senin (31/8/2026).

Panewu Sleman Rohmiyanto membenarkan insiden tersebut. Sebanyak 28 anak terdiri dari 25 siswa SD Negeri Nyaen 2, dua siswa TK Keluarga, dan satu orang tenaga pendidik menjadi korban..

"Jadi dugaan dari MBG Senin tanggal 31, lalu mulai bergejala malam Selasa-nya," beber Rohmiyanto saat dihubungi wartawan, Rabu (2/9/2026). (inu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

KPPG Sleman Konfirmasi Penutupan Sementara SPPG yang Diduga Sebabkan Keracunan di Pandowoharjo

KPPG Sleman Konfirmasi Penutupan Sementara SPPG yang Diduga Sebabkan Keracunan di Pandowoharjo

KPPG Sleman menghentikan sementara operasional SPPG Pandowoharjo setelah 28 orang mengalami keluhan. Penyebab dugaan gangguan pencernaan masih diselidiki.

Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Sleman, Siswa Alami Pusing dan Diare

Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Sleman, Siswa Alami Pusing dan Diare

Dugaan keracunan program makan bergizi gratis (MBG) terjadi di sekolah wilayah Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman pada Senin (31/8/2026) lalu. Atas insiden ini, 28 orang dilaporkam bergejala dan salah satu anak rawat ..

Diduga Keracunan Usai Makan MBG, 83 Santri Ponpes Manbaul Hikam Dirawat

Diduga Keracunan Usai Makan MBG, 83 Santri Ponpes Manbaul Hikam Dirawat

Sebanyak 83 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur,menfdapat penanganan medis setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan MBG.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer