JOGJA - Berawal dari keisengan mengisi waktu luang saat pandemi Covid-19, Dimsum Memayu kini berkembang menjadi salah satu usaha kuliner yang cukup dikenal di kalangan anak muda. Dirintis oleh aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Jogja Afiany Erka Kiswarani, usaha dimsum yang semula hanya dicoba untuk teman kantor itu kini tumbuh pesat.
Awalnya, Afiany memilih dimsum karena merasa camilan khas Tiongkok yang dijual di Jogja belum ada yang memenuhi ekspektasinya. Dia pun mulai berkreasi dengan membuat dimsum dan sausnya sendiri.
"Saya trial, terus cobain ke teman-teman kantor. Dan mereka bilang enak. Akhirnya memberanikan diri coba open pre-order tiap weekend," certia Afiany kepada Radar Jogja Jumat (19/6).
Berangkat dari respons positif tersebut, Penelaah Teknis Kebijakan di Sekretariat Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja ini lalu memberanikan diri untuk mengembangkan sayap usahanya. Diawali dengan membuka outlet fisik pertama di kawasan Ngampilan pada Oktober 2020.
Namun usahanya tak berjalan mulus. Dia sempat mengalami masa sulit saat omzet menurun dan laba habis untuk membiayai operasional. Namun Afiany memiliki komitmen kuat dalam usahanya karena memiliki kecintaan pada bidang usaha tersebut.
Seiring waktu berjalan, keberuntungan mulai berpihak pada bisnisnya di tahun 2024. Tanpa disangka, Dimsum Memayu menjadi viral di media sosial setelah mendapatkan review dari pengguna TikTok.
Lonjakan popularitas itu membuat jumlah pengikut akun sosial media Dimsum Memayu meningkat drastis. Seiring dengan itu permintaan pasar juga melonjak. Dari yang semula hanya belasan buah dimsum dalam skala pesanan kecil, kini Dimsum Memayu mencatat penjualan ribuan buah per hari.
Menyadari keterbatasan waktu karena kesibukannya sebagai ASN, Afiany kemudian memutuskan untuk merekrut tim admin khusus untuk mengelola media sosial. Langkah strategis ini terbukti efektif dalam menjaga komunikasi dengan pelanggan dan memperluas jangkauan pasar.
Baca Juga: PAD 2025 Gunungkidul Tembus 100,95 Persen, DPRD Minta Pemkab Tetap Optimalkan Aset Daerah
Berkat pertumbuhan di sosial media dan pesanan harian yang konsisten, kini Dimsum Memayu sudah memiliki empat outlet. Berada di Jalan Letjen Suprapto Ngampilan (Jogja), Jalan Kaliurang Kilometer 8 (Sleman), kawasan Seturan (Sleman), dan Solo (Jawa Tengah).
Saat ini, setiap outlet mampu menjual hingga 2.000 buah dimsum per hari. Menu dengan andalan mentai ini dijual per porsi berisi enam hingga delapan dimsum. Harga yang ditawarkan mulai Rp 38 ribu hingga Rp 50 ribu. Paling mahal adalah varian berisi keju mozarella, dengan harga per porsi dibanderol hingga Rp 100 ribu.
Dari keempat lokasi tersebut Afiany telah mempekerjakan 14 orang staf. Serta beberapa tenaga kerja tambahan yang sering dikerahkan saat ada event tertentu seperti ketika ada acara bazar atau pameran.
“Jadi memang awalnya iseng. Tapi alhamdulillah, tetap bisa kerjakan tanpa meninggalkan pekerjaan kantor saya,” kata sarjana manajemen ini. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita