KULON PROGO - Yogyakarta International Airport (YIA) kini dipiloti oleh general manager baru. Sosok itu bernama Muhammad Thamrin. Pria asal Makassar ini telah akrab dengan industri aviasi sejak kecil.
Thamrin menyebut, rumahnya terletak di dekat Bandara Sultan Hasanudin. Tentu, keseharinnya tak lepas dengan pemandangan pesawat dan bandara. "Tiap hari ngeliatin pesawat, karena lahir dan besar di lingkungan aviasi," ucap Thamrin Jumat (17/4).
Lingkungan inilah yang membuat dirinya tertarik berkarier di penerbangan. Selepas SMA, pendidikannya berlanjut ke pendidikan latihan penerbangan di salah satu sekolah tinggi.
Baca Juga: Tumbang Tiga Kali Beruntun, Pelatih PSIM Jogja Van Gastel Soroti Permasalahan di Timnya: Seperi Memiliki Dua Wajah Berbeda
Latar belakang pendidikan itulah yang membuat Thamrin muda semakin mantap terjun ke dunia aviasi. Setelah lulus pendidikan, Thamrin mendapat kesempatan berkarier di AirNav.
Pengalaman itulah yang membuat dirinya mulai terbentuk. Bekerja sebagai air traffic controler di Bandara Sultan Hasanudin selama tujuh tahun.
Ia tak sekadar memantau atau memberikan arahan ke pesawat terbang. Lebih dari itu, dia juga belajar terkait kepemimpinan dalam sebuah tim. Termasuk di dalamnya membangun hubungan relasi ke sesama instansi di dunia aviasi. "Saya sudah bertugas di beberapa bandara, mulai dari Juanda, Sultan Hasanudin, Syamsudin Noor, hingga Sepinggan," rincinya.
Baca Juga: Mardijiyono Karto Sentono, Calon Jemaah Haji Tertua di DIY dengan Usia 103 Tahun; Demi Wasiat sang Istri, Daftar dan Pelunasan dengan Jual Sapi
Thamrin menjelaskan, pengalamannya ditugaskan di beberapa bandara membuat dirinya ditarik ke kantor pusat PT Angkasa Pura. Di sanalah karier menejerialnya mulai naik daun. Saat itu, penugasannya berhubungan dengan pembukaan rute penerbangan baru. Lantaran, pengasan ada di bidang Aeronautical Group head.
Bekerja di bidang itu, menrutnya cukup menarik. Sebab ilmu manajerial perlu menjadi pertimbangan. Mengingat pembukaan rute penerbangan memerlukan kombinasi pertimbangan antara legal, kehumasan, operasi, teknik, dan finance. Tujuannya, agar operasional rute dapat berjalan optimal.
Ditugaskannya thamrin di YIA, diharapkan dapat menaikkan jumlah kunjungan YIA. Apalagi, setelah YIA resmi menjadi embarkasi haji. Diperlukan dukungan pembukaan rute reguler ke Timur Tengah untuk menangkap peluang perjalanan haji dan umrah. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita