KEBUMEN - Nama Basir mungkin sudah tak asing bagi para pelaku usaha sektor pariwisata di Kebumen. Ya, di balik kiprahnya menduduki kursi DPRD Kebumen selama dua periode, tersimpan perjalanan panjang seorang Basir yang berakar dari semangat aktivisme di bidang wisata.
Sebelum beranjak ke kursi legislator, Basir sangat getol memperjuangkan potensi wisata lokal. Utamanya di wilayah Kecamatan Ayah. Dia dikenal sebagai empunya Pantai Menganti. Dulu, sebelum era tahun 2014 pria kelahiran 26 Maret 1971 ini berjuang mati-matian demi pantai di kawasan karst tersebut dapat dikenal masyarakat luas.
Baca Juga: Infrastruktur Telekomunikasi Pasif Perlu Ditata, DPRD Kebumen Usulkan Raperda
Sekarang, hasilnya terbukti telah dirasakan oleh masyarakat sekitar tempat wisata. Pantai Menganti saat ini telah menjelma sebagai ikon sekaligus destinasi unggulan wisata Kebumen. Bahkan, pada musim libur Lebaran lalu, wisata berbasis pantai ini masuk urutan top keenam kunjungan wisatawan terbanyak di Jawa Tengah. Tepatnya dengan total kunjungan 89.096 wisatawan. "Kalau ingat dulu sedih. Banyak yang tidak percaya, dikata tidak masuk akal," ungkap Basir kepada Radar Jogja Jumat (10/4).
Basir bercerita, kala itu dia bersama sebagian masyarakat aktif mendorong pengelolaan pariwisata berbasis komunitas. Semangatnya hanya satu, yakni agar masyarakat setempat dapat mandiri secara ekonomi di tanah sendiri. Pondasi ini yang terus dia gaungkan supaya masyakat Desa Karangduwur, tempat Pantai Menganti berada memiliki daya saing. "Kami ingin jadi tuan di tanah sendiri. Anak mudanya tidak buru-buru merantau. Perubahan mindset itu yang sulit," bebernya.
Keberhasilan di sektor pariwisata menjadi titik balik dalam perjalanan ke panggung politik. Dorongan dari masyarakat membawa dirinya memilih terjun ke partai. Basir pun memutuskan untuk maju mencalonkan diri sebagai anggota dewan kabupaten. Dari kebaikan yang telah dia tanam, Basir kini menuai hasil. Dia mampu menjaga kepercayaan publik dengan menjadi legislator dua periode.
Di gedung parlemen, semangat Basir masih tetap sama. Dia membawa spirit membangun tatanan dari akar rumput. Buah pemikirannya tak jauh uberpihak pada kemslahatan masyarakat kecil. Dengan pin emas lambang DPRD Kebumen di dadanya, dia cenderung fokus memperjuangkan pengembangan potensi daerah mulai dari sektor pariwisata hingga pemberdayaan ekonomi lokal. "Yang saya bisa dan mampu, itu yang saya jalankan. Yang penting bermanfaat buat publik," katanya.
Baca Juga: PSS Sleman Tak Terpengaruh Kenaikan Harga Avtur yang Berimbas Naiknya Ongkos Pesawat
Basir merupakan legislator dari Partai Gerindra. Dia tinggal di Padukuhan Nagasari, Desa Karangduwur, Kecamayan Ayah. Selama dua periode, dia maju sebagai anggota dewan melalui Dapil 4 Kebumen, meliputi Kecamatan Ayah, Buayan, dan Rowokele. Pada 2024, Basir terpilih sebagai wakil rakyat dengan perolehan 5.856 suara.
Di periode kedua ini, Basir menempati beberapa posisi strategis di alat kelengkapan (alkel) dewan. Dia kini dipercaya fraksinya untuk duduk di Komisi A dan Badan Musyawarah (Bamus). Lalu masuk dalam daftar susunan Badan Pembentukan Perda (Bapemperda). Pria berperawakan kecil ini juga sempat menjadi ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Perda terkait Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM). (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita