Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Eks Ketua DPRD Sleman Koeswanto Meninggal Dunia, Dikenal Sering Terjun Langsung ke Masyarakat

Delima Purnamasari • Kamis, 19 Maret 2026 | 18:51 WIB

Proses pemakaman Koeswanto
Proses pemakaman Koeswanto
SLEMAN - Ketua DPRD Sleman periode 2009-2014, Koeswanto meninggal dunia pada Kamis (19/3) pukul 10.00 di RSA UGM. Jenazah Sekretaris Komisi C DPRD DIJ ini langsung dimakamkan pada hari yang sama pukul 16.00 di Makam Bantulan, Sidoarum, Godean, Sleman.

Pantauan Radar Jogja di sepanjang rumah duka menuju pemakaman berjejer puluhan papan bunga duka cita. Jenazah sendiri dibawa oleh satgas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) berseragam loreng mewah dengan berjalan kaki.

Ketua DPRD Sleman, Y. Gustan Ganda mengenang sosok Koeswanto adalah seorang politisi tradisional yang jauh dari pencitraan. Sikap tersebut membuatnya terus aktif menjalin kedekatan dengan masyarakat.

"Beliau ini banyak sekali menyapa masyarakat. Bahkan setelah pulang di rumah, masih sering menerima tamu di rumah sampai pagi," katanya ditemui di rumah duka, Kamis (19/3).

Saking dekatnya dengan masyarakat, Koeswanto dia sebut pernah ikut gropyokan untuk mengendalikan hama tikus di sawah.

Ketika ada gotong royong tak jarang jadi sosok yang langsung membawa bahan dan peralatan dari rumah menggunakan mobil pickup. Kemudian dengan pakaian sederhana ikut menurunkan semen yang dibawa.

"Ini ciri Pak Koeswanto. Makanya sampai puncaknya beliau ini mampu menjaga elektoral pilihan rakyat dengan baik," ujarnya.

Ganda menyebut, sosok Koeswanto juga merupakan politisi PDI Perjuangan yang mampu membangun karier dari bawah.

Mulai dari tingkat kapanewon lalu naik hingga cabang. Saat di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sleman pernah menjabat sebagai bendahara dan puncaknya menjabat sebagai ketua dua periode.

"Bahwa dekat dengan rakyat itu ya memang harus dekat tanpa sekat. Jadi itu nilai-nilai yang kita dapat dari Pak Koeswanto," tambahnya.

Disinggung soal informasi almarhum yang terkena serangan jantung, Ganda menjelaskan, pada 2014 sebenarnya almarhum pernah dirawat di rumah sakit dan mestinya dipasang ring untuk jantungnya.

Namun, Koeswanto yakin bahwa dirinya dalam kondisi sehat dan meminta izin untuk bisa diperbolehkan pulang. Untuk membuktikannya, Koeswanto lari lima putaran di sekitar rumahnya dan tidak terjadi apa-apa.

Sejak saat itu diyakini tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan terkait jantungnya. Namun, karena usia dan tugas yang padat kebiasaan olahraga tersebut terkadang dilupakan.

"Ini karena beliau keasyikan bersama masyarakat. Tentu ini jadi perhatian bahwa semua yang ditugaskan harus menjaga kebugaran," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang turut hadir di rumah duka menjelaskan, Koeswanto adalah sosok yang sangat militan pada PDI Perjuangan.

Baca Juga: Optimistis! Pengunjung Candi Prambanan saat Libur Lebaran Diprediksi Bisa Capai 13 Ribu Orang Sehari

Termasuk dalam pemenangan konstestasi Pilkadanya bersama Harda Kiswaya maupun sebelumnya bersama Kustini Sri Purnomo. Meski saat ini tidak lagi menjabat sebagai pengurus, Koeswanto selalu bilang jika partai menginginkan dirinya atau bantuannya dia selalu siap.

"Terakhir bertemu saat pertengahan Ramadan. Kami tidak menyangka karena saat itu tidak ada keluhan sakit," tambah pria yang menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman ini.

Berdasarkan informasi yang Danang terima, pagi tadi almarhum masih melakukan rutinitasnya seperti biasa, yakni memberi pakan ayam dan burung peliharannya. Setelah itu, merasa tidak enak badan dan tiduran di kamarnya. Baru selanjutnya dibawa ke rumah sakit. (del)

Editor : Bahana.
#Koeswanto #Sleman #ketua dprd sleman