Adit menjelaskan, tahun 2017 masyarakat Indonesia belum banyak mengenal jenis material PVC. Tahun itu menjadi awal perjalanan usahanya sebagai aplikator. Melihat terbukanya peluang pasar plafon PVC, Adit mendirikan pabrik pertamanya di tahun 2019. "Pabrik pertama di Gunungsindur, Bogor," katanya.
Awal produksi PVC terjadi di tahun 2019. Saat itu minim kompetitor, sehingga memastikan peluang usahanya dapat berkembang. Minim kompetitor tak membuat Adit santai. Tapi sebaliknya dengan bendera Indoplafon, Adit fokus mengembangkan pasarnya.
Pada 2022, pengembangan pasar makin kentara. Untuk mengimbangi kebutuhan pasar, dibangun dua pabrik baru di Kapanewon Sentolo (Setelah Sebelumnya di Bogor). Kini IndoFon berkembang menjadi produsen plafon PVC terkemuka. Melesat bagai meteor, hasil produksi Indoplafon dikenal nyaris di seluruh tanah air.
Bahkan IndoFon juga yang menggarap proyek plafon di Sirkuit Mandalika, sekaligus menjaga perannya dalam percepatan pemulihan Lombok dalam renovasi NTB pasca gempa waktu itu. "Saat ini, kami memiliki 300 distributor, yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia," ungkapnya.
Seiring dengan perkembangannya, IndoFon melakukan diversifikasi produk. Dari sebelumnya hanya plafon PVC, merambah ke atap PVC, wallpanel, hingga lantai vynyl. Meski produk yang beragam jenis, tak membuat IndoFon mengurangi kualitasnya.
Justru produk lain menguatkan kualitas yang dihasilkan. Hal ini, dibuktikan dengan beragam sertifikat yang dikantongi. Mulai dari ISO 9001 manajemen mutu, ISO 27001, hingga sertifikat kualitas produk dari Sucofindo. Produk IndoFon juga mengantongi Setifikat TKDN.
Dibanding kompetitor lain, IndoFon memiliki keunggulan dalam berbagai aspek. Mulai tahan air, anti rayap, tidak merambatkan api, hingga awet. Selain itu, pilihan produknya cukup banyak dengan harga terjangkau.
Kesuksesan IndoFon juga dapat dilihat dari segi penyerapan tenaga kerja. Hingga saat ini, IndoFon memiliki lebih dari 300 karyawan aktif, dimana 90 persen diantaranya merupakan warga sekitar pabrik. Dengan harapan dapat memutar roda perekonomian masyarakat sekitar.
Selain pabrik plafon PVC, kini Adit juga memiliki beberapa bisnis lainnya, baik di dalam negeri, maupun di luar negeri. Di antaranya memiliki pabrik beras porang dan mie porang. Juga memiliki pabrik arang briket, dan beberapa hotel.
“Untuk di luar negeri, saya memiliki beberapa usaha, di antaranya perkebunan anggur di area Yamanashi, Jepang, dan memiliki lini usaha bisnis di Melbourne, yaitu warehouse pergudangan di Melbourne, Australia,” pungkasnya. (*/gas/jko)
Editor : Bahana.