Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat, Anak Tamtama Yang Punya Gebrakan Pendekatan ke Masyarakat

Anom Bagaskoro • Minggu, 8 Februari 2026 | 09:00 WIB

 

PEMIMPIN BARU: AKBP Ridho Hidayat yang resmi menjabat sebagai Kapolres Kulon Progo Januari 2026.
PEMIMPIN BARU: AKBP Ridho Hidayat yang resmi menjabat sebagai Kapolres Kulon Progo Januari 2026.

KULON PROGO - Polres Kulon Progo memiliki nahkoda baru sejak Januari 2026. Dia adalah AKBP Ridho Hidayat. Pria berusia 45 tahun ini memiliki kisah unik sebelum dan setelah menjadi polisi. Membuat gaya kepemimpinannya dekat dengan masyarakat.

Ridho berasal dari keluarga sederhana di Lampung. Masa kecilnya banyak dihabiskan bersama orang tua, tiga kakak perempuan, dua adik perempuan dan satu adik laki-laki. "Keluarga sederhana, bapak polisi berpangkat Tamtama dan ibu mengurus rumah," ucapnya Jumat (6/2).

Pria yang akrab disapa Ido ini, menjadi anak laki-laki penengah. Tentu sebagai penengah kehidupannya diliputi rasa tanggung jawab. Utamanya, melindungi ketiga adiknya serta tanggung jawab membantu orang tua.

Walau hidup sederhana, ayahnya memastikan setiap hak anggota keluarga terjamin. Baik kebutuhan sehari-hari bahkan pendidikan anaknya.

Wujud seorang ayah dengan tanggung jawab keluarga itulah, yang justru menginspirasinya. Ido mulai tertarik di dunia kepolisan sejak melihat ketugasan ayahnya. Namun, saat masih kecil dirinya belum memutuskan untuk berkarir di bidang yang sama dengan sang ayah.

Sejak kecil, Ido mulai dilatih untuk disiplin mulai dari hal-hal yang mudah dikerjakan. Mulai dari mempersiapkan keperluan sekolah, hingga ketepatan waktu. Kedisiplinan itu terbawa hingga menginjak jenjang SMA dan masih berlaku hingga sekarang.

Setelah lulus SMU N Bandar Lampung pada 1998, dia memutuskan untuk mendaftar di kepolisian. Padahal awalnya, dia hanya sekedar menemani dan mengawasi kakaknya yang hendak mendaftar Polwan. 

Setelah lulus dari Akademi Kepolisiam, dia langsung ditugaskan di Indonesia bagian timur. Tepatnya pada 2005, dia bertugas di Polda Nusa Tenggara Timur. Hidup jauh dari orang tua dan rumah banyak memberikan tempaan diri.

Selama bekerja dirinya selalu berpegang teguh dengan nasihat ayahnya. Menjadi polisi merupakan tanggung jawab besar, dan kepentingan masyarakat harus diutamakan.

 

Latar budaya yang berbeda membuat dirinya gampang beradaptasi dengan kondisi sosial masyarakat. Metode pendekatan dengan masyarakat yang paling diutamakan menjadi jalan utama menempuh karir kepolisian.

Tahun 2026, menjadi langkah awal dirinya menjadi orang nomor satu kepolisian di Kulon Progo. Metode pendekatan masyarakat dan mengutamakan kepentingan umum langsung diterapkan. Bahkan baru sebulan dia bertugas, Ido telah mengunjungi sebagian besar Polsek di Kulon Progo.

Dia juga tak jarang hadir di tengah masyarakat tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Hal ini sering dijumpai saat kunjungan di pos jaga warga setiap malam. Tujuannya, memastikan kamtibmas di masyarakat terjamin.

Selain menjaga kamtibmas, Ido tanggap dengan kondisi sosial masyarakat. Seperti kasus Lea, siswi sekolah dasar yang merawat adiknya sambil bersekolah langsung ditindaklanjuti. Dirinya bahkan langsung berkunjung ke rumah Lea untuk sekadar menyapa dan memberikan bantuan.

Baginya, semua hal yang dilakukan sejak menjadi kapolres merupakan bentuk pelayanan ke masyarakat. Prinsipnya, masyarakat harus dilayani dan diayomi. Baginya hidup adalah gabungan doa dan ikhtiar, berbuat baik agar hidup menjadi semakin baik. (gas/eno)

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#tamtama #polres kulon progo #Kulon Progo #Polisi #kapolres kulon progo #AKBP Ridho Hidayat #polsek