Bryan Burnett, yang memiliki pengalaman panjang di investigasi kasus kriminal, mengklaim bahwa pola noda darah dan sejumlah bukti lain di rumah Kurt Cobain tidak sesuai dengan temuan awal yang menyatakan Kurt Cobain meninggal akibat tembakan senapan sendiri.
Burnett juga menyoroti tingginya kadar heroin dalam tubuh Kurt Cobain, yang menurutnya membuat tindakan bunuh diri menjadi sulit dilakukan secara fisik.
“Saat kami meninjau ulang bukti, ada banyak hal yang tampaknya telah dilewatkan atau tidak diperiksa secara menyeluruh,” ujar Burnett dalam laporan terbarunya yang diterbitkan pertengahan Januari 2026.
Ia bahkan menyinggung kemungkinan tubuh Kurt Cobain dipindahkan atau ditempatkan untuk menyerupai skenario bunuh diri.
Menurut Burnett, beberapa hal janggal terkait kematian Kurt Cobain yang muncul memicu diskusi baru di kalangan penggemar dan komunitas musik:
1. Prosedur forensik penting tidak dijalankan
2. Pola darah di baju Kurt Cobain dianggap janggal
3. Posisi tubuh diduga sudah dipindahkan
4. Kadar heroin ekstrem
5. Kemampuan menarik pelatuk sendiri diragukan
6. Bukti visual TKP buruk dan minim detail penting
7. Kondisi surat terakhir (suicide note) diragukan keaslian atau isinya sebagian disunting
Meskipun adanya klaim ini menimbulkan perdebatan, pihak kepolisian Seattle Police Department menegaskan bahwa status resmi kematian Kurt Cobain tetap dicatat sebagai bunuh diri, dan hingga kini tidak ada keputusan resmi untuk membuka kembali kasus.
Penulis: Kinesha Puspa Adilla
Editor : Bahana.