Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kala Zainal Arifin Mochtar Diroasting, Disebut Intel Solo hingga Cocok Jadi Cawapres Jan Ethes di 2034

Delima Purnamasari • Kamis, 15 Januari 2026 | 03:30 WIB

Roasting Zainal Arifin Mochtar, Bukan Guru Besar Biasa
Roasting Zainal Arifin Mochtar, Bukan Guru Besar Biasa

 

SLEMAN – Zainal Arifin Mochtar bukan sekadar aktivis antikorupsi biasa. Pria yang akrab disapa Uceng ini ternyata dipandang memiliki peluang besar dalam kontestasi politik pada Pemilu 2034 mendatang.

Potensi tersebut mencuat dalam acara jenaka bertajuk "Roasting Zainal: Bukan Guru Besar Biasa" yang digelar di Kancane Coffee & Tea Bar, Ngaglik, Sleman, Rabu (14/1).

Acara ini merupakan bentuk perayaan unik dari para sahabat menjelang pengukuhan Uceng sebagai Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis (15/1). Alih-alih dihujani pujian, Dosen Hukum Tata Negara ini justru "dikuliti" lewat banyolan tajam dari para koleganya.

Baca Juga: Bupati Magelang Tekankan Kinerja dan Objektivitas dalam Rotasi Pejabat, Diharapkan Beri Dampak Nyata, Bukan Sekadar Isi Jabatan

Pendiri Social Movement Institute (SMI), Eko Prasetyo, menjadi pembuka roasting. Ia menyebut Uceng sebagai sosok yang semakin langka di Indonesia: tampan, saleh, dan kini menyandang gelar profesor. Menurut Eko, kombinasi inilah yang membuat Uceng sering diteror.

"Dia diteror itu karena orang cemburu, bukan gara-gara pernyataan politiknya," kelakar Eko yang disambut tawa hadirin.

Ia pun menyentil jaringan luas Uceng yang menyentuh level Kapolri hingga Presiden, sambil berseloroh bahwa jika terjadi kerusakan demokrasi, Uceng pasti punya peran di dalamnya.

Baca Juga: Penjahit Taylor Street Jogja Kini Pindah ke Pasar Terban Seiring Penataan Trotoar Jalan Sardjito

Suasana semakin pecah saat Puthut EA naik ke panggung. Ia memaksa Uceng menjawab serangkaian pilihan cepat tanpa argumen: Menteri atau DPR? Ganjar atau Anies? Prabowo atau Jokowi? hingga Bahlil atau Pigai? Puthut menyebut jawaban-jawaban singkat Uceng berhasil membongkar "niat tersembunyi" sang aktivis di masa depan.

Tak mau kalah, pakar hukum Denny Indrayana melabeli Uceng sebagai "manusia absurd". Denny menyoroti banyaknya peran yang diambil Uceng—mulai dari aktor film Dirty Vote, aktivis, dosen, hingga pelari maraton—yang saking serba bisanya, membuat Denny menarik kesimpulan nyeleneh.

"Menurut keyakinan saya, dia ini telo. Intel Solo," celetuk Denny. Ia bahkan berspekulasi bahwa Uceng berpeluang maju di Pilpres 2034 berdampingan dengan Jan Ethes.

Baca Juga: Begini Siasat Bupati Agung: Sertifikatkan Jalan untuk Bidik Anggaran dari Pusat hingga Provinsi demi Perbaiki Jalan

Senada dengan Denny, aktivis Dandhy Dwi Laksono menilai jabatan menteri terlalu kecil bagi Uceng. Menurutnya, ada karier lain yang bisa mengubah sejarah. "Banyak masalah muncul dari UGM, tentu diharapkan ada solusi juga dari UGM," sindir Dandhy.

Sepanjang acara, Uceng hanya duduk diam dan sesekali tertawa kecil. Saat diberi kesempatan membela diri di penghujung acara, hujan tiba-tiba mengguyur lokasi yang berada di ruang terbuka.

"Terima kasih, tapi jangan kira terima kasih ini akan mengikis kebengisan saya," ucap Uceng sebagai kalimat penutup sebelum para penonton berhamburan mencari tempat teduh.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih Perkuat UMKM Desa dan Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Ditemui usai acara, Uceng mengaku menikmati kritik yang dibalut komedi tersebut. Bagi Uceng, kualitas pertemanan sejati diuji dari cara seseorang menerima kritik. Ia juga menekankan bahwa acara ini merupakan kritik halus bagi kondisi bangsa saat ini.

Dalam pidato pengukuhannya esok, Uceng akan membawakan tema mengenai melemahnya independensi lembaga negara akibat arus konservatisme.

"Pada intinya, kuping negara itu tidak boleh terlalu tipis. Kritik adalah bagian penting dari demokrasi," tandas Uceng.

Editor : Heru Pratomo
#Solo #Puthut EA #ngaglik #Pigai #zainal arifin mochtar #Jan Ethes #guru besar UGM #intel #cawapres #bahlil #fakultas hukum #prabowo #uceng #Deny Indrayana