JOGJA - Kecintaan terhadap klub sepak bola kebanggaan tidak hanya milik mereka yang berada di tribun stadion.
Namun juga terpatri kuat di hati para pejuang jalanan. Salah satunya Sudarsono, pengayuh becak asal Kota Jogja ini mengecat transportasinya bertema PSIM.
Becak milik Sudarsono memang berbeda pada umumnya. Kendaraan beroda tiga milik pria 63 tahun itu penuh dengan warna biru putih yang menjadi ciri khas tim sepak bola berjuluk Laskar Mataram.
Diamati lebih dekat, becak kayuh milik Sudarsono juga banyak memiliki logo PSIM di berbagai sisi.
Serta tidak lupa, jargon khas Aku Yakin Dengan Kamu tertulis jelas pada kursi penumpang transportasi tradisional tersebut.
Saat ditemui di kawasan Hotel Melia Purosani, Selasa (23/12/2025) petang.
Sudarsono mengaku sengaja mengecat becaknya dengan atribut PSIM. Bukan tanpa alasan, hal tersebut dia lakukan sebagai bentuk kesetiaan sekaligus nazar dirinya.
Baca Juga: Jarak dengan Libur Lebaran Lebih Pendek, Kepadatan di Terminal Jombor Meningkat Tipis Jelang Nataru
Usai PSIM berhasil menembus kasta tertinggi Liga 1 setelah absen hampir 20 tahun.
"Saya sudah suka PSIM sejak kecil. Dulu sering menonton di Mandala. Sampai sekarang, saya tetap dukung PSIM," ujar pria kelahiran 1962 itu.
Sudarsono sempat mengenang masa-masa dirinya kala masih sering menonton langsung pertandingan di Stadion Mandala Krida.
Dia pun ingat momen ketika Marjono sang kapten legendaris mencekik wasit.
Bagi warga Suryatmajan Kemantren Gondomanan ini, PSIM sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas keluarga.
Sebab anak-anaknya juga merupakan pendukung setia klub yang lahir di tahun 1929 itu.
Demi memenuhi nazarnya, Sudarsono diketahui rela merogoh kocek pribadi untuk mempercantik becaknya.
Dia memperkirakan total biaya yang dihabiskan mencapai sekitar Rp. 300 ribu. Digunakan untuk membeli cat dan memesan mika khusus berornamen PSIM.
Meski harus mengeluarkan biaya sendiri, Sudarsono merasa puas. Sebab becak "edisi PSIM" miliknya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Tidak sedikit pula penumpang yang tertarik lalu minta berfoto di becak miliknya.
Diketahui, loyalitas Sudarsono juga sempat menarik perhatian manajemen PSIM.
Dia mengaku pernah ditemui langsung oleh Direktur Utama PSIM Jogja Liana Tasno untuk memberikan apresiasi berupa kaos resmi klub.
Meski kini usianya sudah tidak muda lagi dan lebih sering memantau perkembangan PSIM melalui layar televisi.
Baca Juga: PSS Sleman Beri Panggung Dua Pemain Muda dari EPA U18 untuk Cicipi Tim Utama
Semangat Sudarsono terhadap klub kebanggaannya tidak pernah pudar.Dia tetap membawa becak PSIM-nya berkeliling dan mengangkut wisatawan.
“Saya mangkalnya di Melia, tapi juga sering muter ke Malioboro dan tempat-tempat wisata lainnya,” tandasnya. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita