Kabar kepergian Ecky diumumkan melalui akun instagram resmi Edane, @edane_official, yang mengunggah sebuah foto bernuansa hitam sebagai bentuk belasungkawa.
Dalam unggahan tersebut, Edane menyampaikan bahwa Ecky wafat pada Minggu (30/11) di Yogyakarta.
Dalam unggahan resmi di Instagram, Edane menyampaikan kabar duka tentang kepergian rekan seperjuangan mereka, Ecky Lamoh.
“Selamat Jalan Kawan kami Eki Lamoh, Yogyakarta, Minggu 30 November 2025.
Detak jantung berhenti jam 2’11, Dinyatakan meninggal oleh Dokter jam 2’15 di Rumah Sakit Umum Pusat Dr.Sardjito Yogyakarta. Jenazah disemayamkan di Rumah Duka RS.Panti Rapih Yogyakarta,” tulis pihak Edane dalam postingan tersebut.
Kabar duka tersebut langsung memantik reaksi dari berbagai musisi Tanah Air. Salah satu yang turut menyampaikan belasungkawa adalah Fiersa Besari, musisi Tanah Air yang dikenal malang melintang di industri musik Indonesia.
Melalui akun Instagram resminya, @fiersabesari, ia meninggalkan komentar berupa emoticon hati merah yang patah sebagai bentuk belasungkawa.
Ungkapan duka dari para musisi tidak berhenti sampai di situ.
Banyak rekan seprofesi dan penggemar lama turut memenuhi kolom komentar dengan pesan simpati, dan doa untuk almarhum.
Sosok Ecky yang dikenal ramah dan penuh totalitas bermusik menjadikan kepergiannya terasa begitu mendalam bangi banyak pihak.
Kepergian Ecky Lamoh bukan hanya meninggalkan duka yang mendalam, tetapi juga warisan musikal yang tak lekang oleh waktu.
Karya-karyanya akan tetap hidup, melalui lagu-lagu yang membesarkan namanya dan menginspirasi banyak musisi setelahnya.
Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai kalangan.
Warisan musik yang ditinggalkan Ecky menjadi pengingat bahwa perannya tidak hanya berhenti pada karya, tetapi juga pada pengaruh yang dirasakan geneasi setelahnya.
Dengan berpulangnya Ecky Lamoh, Indonesia kembali kehilangan salah satu musisi terbaiknya.
Penulis: Alif Rizki Wahyu N K
Editor : Bahana.