RADAR JOGJA - Mantan Direktur Utama PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi, dijadwalkan mendengarkan putusan majelis hakim pada Kamis (20/11/2025).
Agenda tersebut tercatat dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
“Tanggal sidang, Kamis 20 Desember 2025. Agenda, Pembacaan Putusan,” demikian bunyi keterangan di SIPP PN Jakpus yang diakses Kamis pagi.
Perkara yang menjerat Ira berkaitan dengan dugaan korupsi dalam proses akuisisi PT JN.
Dalam tuntutannya, jaksa penuntut umum meminta agar Ira dijatuhi hukuman 8 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp 500 juta subsider 4 bulan kurungan.
Menurut jaksa, Ira bersama mantan Direktur Komersial dan Pelayanan ASDP, Yusuf Hadi, serta mantan Direktur Perencanaan dan Pengembangan, Harry Muhammad Adhi Caksono, dianggap bertanggung jawab atas kerugian keuangan negara yang mencapai Rp 1,25 triliun.
Keduanya juga dituntut masing-masing 8 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 4 bulan.
Kerugian negara itu disebut muncul dari pembelian kapal milik PT JN yang dalam kondisi rusak dan karam, yang dijadikan syarat akuisisi perusahaan oleh ASDP.
Jaksa memaparkan temuan uji tuntas dari PT BKI yang menyatakan dua kapal KMP Marisa Nusantara dan KMP Jembatan Musi II, belum layak beroperasi karena ditemukan dalam keadaan karam saat inspeksi.
Perbuatan tiga terdakwa dinilai telah menguntungkan pemilik PT JN, Adjie, hingga Rp1,25 triliun, yang kemudian dihitung sebagai kerugian negara.
Mereka dijerat Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
Baca Juga: Alasan Sadio Mane Memilih Liverpool Daripada Manchester United: Dimana Saya Akan Bermain?
Profil Ira Puspadewi
Ira Puspadewi dikenal sebagai figur yang berpengalaman dalam sektor ritel, bisnis, dan BUMN.
Perempuan asal Malang ini menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Brawijaya pada 1984–1990, lalu melanjutkan studi Magister Development Management di Asian Institute of Management, Filipina, pada 1993.
Ia juga meraih gelar Doktor Filsafat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada 2018.
Karier internasionalnya cukup mencolok.
Ira pernah menduduki posisi Director Global Initiative Regional Asia di perusahaan mode global GAP dan Banana Republic, mengelola operasi di tujuh negara sejak 2006.
Pada 2014, usai bertemu Menteri BUMN Dahlan Iskan di Tiongkok, Ira diminta kembali ke Indonesia untuk turut membangun industri dalam negeri.
Tahun yang sama, ia resmi menjabat Direktur Utama PT Sarinah.
Dua tahun kemudian, Ira bergabung dengan PT Pos Indonesia sebagai Direktur Ritel, Jaringan, dan SDM.
Hanya berselang 16 bulan, ia dipercaya memimpin ASDP sejak Desember 2017.
Selama masa kepemimpinannya, ASDP mengelola lebih dari 226 kapal, 307 lintasan, dan 36 pelabuhan di seluruh nusantara.
Ia juga berperan dalam pengembangan kawasan pelabuhan seperti Bakauheni Harbour City di Lampung serta Marina Labuan Bajo di NTT.
Pada 2022, Ira mendapatkan penghargaan The Best Industry Marketing Champion kategori Transportation dalam ajang Marketeer of The Year (MOTY) 2022 atas dinilai memiliki integritas, inovasi, dan kontribusi bagi publik. (Retno Anggi Kusuma Dewi)