Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari Lahan Semak Jadi Sentra Ayam Joper: Kisah Eko Bangun Ekonomi Bangunjiwo Bersama Pertamina

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 31 Oktober 2025 | 02:18 WIB

Karyawan Abadi Farm Bejo Wiyono dan putrinya sedang beraktivitas di kompleks terpadu peternakan ayam Joper Abadi Farm, Dusun Lemahdadi, Bangunjiwo, Bantul, Selasa (28/10/2025).
Karyawan Abadi Farm Bejo Wiyono dan putrinya sedang beraktivitas di kompleks terpadu peternakan ayam Joper Abadi Farm, Dusun Lemahdadi, Bangunjiwo, Bantul, Selasa (28/10/2025).


JOGJA – Inisiatif pergerakan yang muncul dari akar rumput dengan tujuan memberdayakan masyarakat setempat, selalu menarik untuk dibahas.

Seperti yang dilakukan warga asal Bangunjiwo, Bantul, Yogyakarta, Eko Paryanto yang konsisten dalam mengembangkan usaha budi daya ayam Jowo Super (Joper).

Melalui program pendampingan CSR PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu, selama kurun waktu lima tahun terakhir, usaha yang ia geluti itu berkembang pesat hingga menimbulkan multiplier effect ekonomi di wilayah setempat.

Itu menandakan bahwa kegiatan produksi hingga distribusi dilakukan tersentral di lokasi yang sama.

“Saya mulai budidaya itu 2019, menjadi mitra Pertamina mulai tahun 2021,” ujar Eko kepada Radar Jogja, Selasa (28/10).

Lahan seluas 800 meter persegi itu, tadinya ditumbuhi semak belukar dan beberapa tumbuhan yang kurang produktif.

Oleh Eko, kebun tersebut kemudian disulap menjadi kompleks terpadu budi daya ayam Joper Abadi Farm.

Denah tempat cukup rapi dan sejuk. Beberapa pegawai nampak sibuk berlalulalang. Sebagian melakukan proses pemotongan ayam di RPA, melakukan pengepakan ayam untuk distribusi dan sebagian lainnya mengantarkan pesanan ayam kepada para langganan.

Selain itu, ia menilai pembesaran ayam Joper cenderung lebih cepat dibandingkan ayam kampung, sekitar 60 hari sudah bisa dipanen.

“Berawal dari temen kami Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pernah melakukan riset tentang tingkat kebutuhan ayam di Kalurahan Bangunjiwo dan sekitarnya ternyata lumayan banyak, sedangkan peternaknya sedikit,” jelasnya.

Seperti gayung bersambut, keinginan Eko itu pun diperlancar dengan adanya bantuan pendampingan dari program CSR PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu yang didapatkan pada tahun 2021.

Hingga tahun ini, bantuan dan pendampingan dari PT Pertamina masih berjalan. Bantuan tahun pertama berupa pembuatan dan renovasi kandang, tahun ke dua ada pelatihan-pelatihan seperti pembuatan pakan dan sebagainya.

Kemudian tahun ke tiga pengadaan mesin pakan, tahun ke empat pembuatan RPA, tahun ke lima pembuatan penetasan ayam serta taman wisata edukasi ternak ayam.

“Semua peralatan dan pendampingan promosi usaha didukung PT Pertamina, bantuannya modal barang atau jasa, bukan uang,” paparnya.

Adanya pendampingan tersebut menjadikan usaha budidaya Joper Abadi Farm meningkat signifikan.

Dalam sehari, peternakan tersebut saat ini rutin menjual 130-150 karkas. Bahkan, dari yang awalnya memelihara 100 ekor, kini dalam dua bulan ia bisa panen sekitar 4.000 ekor ayam Joper.

Manajemen pembudidayaannya pun juga sangat baik dengan model kemitraan untuk membuka kesempatan usaha bagi masyarakat luas.

Abadi Farm saat ini mempunyai sekitar 10-15 mitra pembesaran yang tersebar di Bantul, Sleman, Kulonprogo, Gunungkidul dan Magelang.

Setiap mitra, lanjutnya, dijatah 400 anakan ayam untuk dibesarkan setiap dua bulan sekali. Berarti total ada sekitar 4.000 ekor ayam yang dipanen setiap dua bulan oleh Abadi Farm.

Jumlah tersebut masih tergolong kurang untuk mencukupi kebutuhan pelanggan yang dalam sebulan membutuhkan sekitar 2.500 karkas ayam Joper. “Omzet per hari Rp 3 juta minimal,” ujar Eko.

Selain itu, Abadi Farm juga mempunyai binaan keluarga kurang mampu sebanyak 30 orang.

“Membiayai kegiatan TPA (Taman Pendidikan Al Quran) dan membagikan sembako,” paparnya.

Menurutnya, pendampingan dan monitoring dari PT Pertamina selama ini berjalan relatif intens dan terprogram. Setiap tahun pasti memunculkan trobosan-trobosan program untuk dijalankan Abadi Farm.

Syaratnya, program sebelumnya telah berhasil berjalan. Pendampingan dilakukan hingga pelaku usaha bisa menjalankan usahanya secara mandiri.

Awal mula pendampingan dilakukan saat Pandemi Covid-19 tahun 2021. Sebelumnya, ia dan tim melakukan social mapping di daerah Bangunjiwo.

Hasilnya, banyak pemuda dan tulang punggung keluarga yang dirumahkan dari tempat mereka bekerja karena dampak dari Pandemi Covid-19.

Hal itu memantik inisiasi untuk melakukan pengembangan agar perekonomian tumbuh di daerah tersebut.

“Warga kampung di sana juga biasa ternak ayam secara kovensional, jadi dua aspek itu kami hubungkan lalu muncul inisiasi program pendampingan budidaya ayam Joper,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (29/10/2025).

Mereka sangat membutuhkan komoditas ayam Joper sebagai bahan baku produk penjualan.

“Kalau ayam kampung kan harganya mahal, sehingga meningkatkan biaya produksi. alternatifnya pakai ayam Joper karena secara rasa sangat mirip,” paparnya.

Lulusan sarjana Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan FISIPOL UGM tahun 2012 itu menegaskan, dalam Implementasi program CSR, PT Pertamina TBBM Rewulu juga menciptakan beberapa inovasi di Kabupaten Bantul, Sleman dan Kulonprogo.

Bentuk CSR bervariasi, namun kebanyakan berkaitan dengan pengembangan pangan lokal di daerah setempat.

“Jadi memang tidak hanya terbatas di UMKM, seperti pemberdayaan para difabel misalnya,” tegasnya.

Tambahan pendapatan tersebut didapatkan berkat ajakan untuk membantu proses di Abadi Farm.

Selain itu, secara tidak langsung masyarakat sekitar khususnya para pemuda bisa ikut paham pengetahuan tentang budidaya ayam Joper.

Sehingga diharapkan tumbuh pebisnis muda baru yang juga dapat mendongkrak perekonomian di Kalurahan Bangunjiwo.

“Anak muda, mahasiswa yang mau kerja sampingan kan bisa memanfaatkan itu,” ucapnya.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Jenjang SMP di Sleman Segera Dibangun, Tampung 150 Siswa Miskin dan Rentan Miskin

Sebanyak 30.000 lebih orang yang tinggal di Bangunjiwo itu ia harapkan bisa termotivasi dan mulai mencoba mengembangkan berbagai jenis usaha.

Sebab, seiring perkembangan zaman, Kalurahan Bangunjiwo mulai banyak masuk pengusaha resto dan rumah makan yang bisa dijadikan peluang oleh masyarakat.

“Di sini kan juga banyak terdapat usaha-usaha kerajinan gerabah, jadi semakin banyak industry UMKM akan semakin baik,” jelasnya.

Ia ingin bekerjasama dengan Abadi Farm dalam program-program yang digarap Pemerintahan Kalurahan Bangunjiwo. Khususnya terkait kolaborasi penanganan masalah stunting dan pemberdayaan masyarakat.

“Seperti penyediaan daging ayam segar atau telur untuk tambahan makanan Mpasi,” jelasnya. (oso)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#budi daya #Bangunjiwo #ayam Jowo Super #pertamina #Tumbuhkan Ekonomi