Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Guru SMAN 1 Kokap Slamet Kuswantoro Sukses dengan Bertani dan Buat Agrowisata Jambu Dalhari di Kapanewon Wates

Anom Bagaskoro • Minggu, 21 September 2025 | 15:00 WIB

 

 

POTENSIAL: Slamet memperlihatkan hasil panen jambu dalhari dari pekarangan rumahnya di Sogan, Wates, Kulon Progo.
POTENSIAL: Slamet memperlihatkan hasil panen jambu dalhari dari pekarangan rumahnya di Sogan, Wates, Kulon Progo.

KULON PROGO - Sukses terkadang tak datang sesuai dengan pekerjaan seseorang. Justru kesuksesan ada, melalui jalur yang tak disangka-sangka. Ungkapan ini terlihat dari sosok Slamet Kuswantoro, 49, seorang guru SMAN 1 Kokap.

Tak sekedar berhasil menjadi seorang pendidik, Slamet juga sukses memberdayakan masyarakat berkat pertanian jambu.

"Profesi saya sebenarnya guru hingga sekarang, kalau pertanian ini sekadar hobi," ucap Slamet, saat ditemui Radar Jogja di kediamannya wilayah Sogan, Wates, Kulon Progo Jumat (19/8).

 Baca Juga: Sudah Ada Komunikasi Bagus, Ansyari Lubis Tak Permasalahkan Keberadaan Pieter Huistra di Laga Melawan Persiku Kudus

Kisahnya diawali saat 2005. Slamet mencangkok tanaman jambu dari mertuanya bernama Dalhari. Mertuanya merupakan maestro dan pengembang tanaman jambu dalhari. Berbekal bibit cangkokan dari mertuanya, dirinya mulai menanam tanaman jambu di pekarangan rumah.

Selama bertahun-tahun dirinya memperhatikan perilaku tanaman buah itu. Sebagai seorang guru, Slamet tetap dengan kesibukannya mengajar. Namun, hobinya bertani tak ditinggalkan. Berawal dari hobi itulah mengantarkan dirinya membuat agrowisata tanaman buah yang tak jaruh dari rumahnya.

 Baca Juga: Tim Peneliti Universitas Widya Mataram Jogja Ungkap Manfaat Yogurt Seledri bagi Kesehatan; Cegah Penyakit Degeneratif, Dukung Gaya Hidup Sehat

Agrowisata Tanaman Buah Jambu Dalhari, dimulai sekitar 2019. Sebelum Covid-19, dirinya nekad melakukan penanaman bibit pohon jambu dalhari di atas tanah pekarangan seluas 500 meter persegi. Hanya bermodal bibit cangkok, Slamet mengembangkan tanah menjadi perkebunan.

"Dari pengalaman menanam pertama, mulai menanam banyak," ucapnya.

Slamet menjelaskan, saat menanam jambu dalhari dirinya menjadi perbincangan. Lantaran, aktivitasnya tergolong tak biasa karena belum pasti keuntungannya. Namun, anggapan itu ditepisnya dengan hasil melimpah di tahun pertama saat panen jambu.

 Baca Juga: Tim Peneliti Universitas Widya Mataram Jogja Ungkap Manfaat Yogurt Seledri bagi Kesehatan; Cegah Penyakit Degeneratif, Dukung Gaya Hidup Sehat

Tepat 2021, ratusan pohon yang ditanam dapat berbuah lebat. Saat itu, jambu menjadi komoditas yang layak dijual dengan harga tergolong tinggi. Di samping itu, keuletan Slamet dalam merawat tanaman membawa berkah tersendiri. Tanaman jambu mampu menghasilkan produktivitas cukup tinggi.

 

"Langsung panen dua kali dalam setahun, harganya juga sedang meroket," ungkapnya.

 

Berkat tanaman itu, Slamet mendapat kesuksesan tersendiri. Dalam satu tahun, satu tanaman jambu dapat berbuah hingga 200 kilogram. Harga satu kilogramnya relatif tetap, dibanderol Rp 30 ribu. Berkat itu, dirinya mampu meraih keuntungan puluhan juta rupiah. Mengingat jumlah tanamannya mencapai ratusan pohon.

 Baca Juga: Peringatan HUT ke-269 Kota Jogja Usung Tema Kebersihan Lingkungan, Hasto Wardoyo: Tak Ada Pawai dan Gerak Jalan

Usahanya mengembangkan pertanian tak sampai situ. Dia pun turut memberdayakan 20 masyarakat untuk mengembangkan agrowisata jambu. Puncaknya, di tahun ini ratusan pengunjung tercatat berdatangan dari berbagai daerah. "Terjauh kemarin dari Sumatera, ikut panen dan belajar dari sini," ungkapnya.

 

Memiliki dasar sebagai guru, Slamet tak pernah menolak memberikan pengalaman bertaninya. Berkat sikap itulah, agrowisatanya dikunjungi banyak orang. (gas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#jambu #Agrowisata Tanaman Buah Jambu Dalhari #dalhari #agrowisata #SMAN 1 Kokap #Pertanian #Sogan #Kulon Progo #kesuksesan #Guru #Slamet Kuswantoro #Jambu Dalhari #wates