Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Dirreskrimsus Polda DIY AKBP Saprodin, Sukses di Bidang Akademik, Sabet Gelar Profesor

Herpri Kartun • Minggu, 24 Agustus 2025 | 16:10 WIB
SOSOK BARU: AKBP Prof Dr Saprodin, SH, MH yang menjabat sebagai Dirreskrimsus Polda DIJ sejak 14 Juli 2025.
SOSOK BARU: AKBP Prof Dr Saprodin, SH, MH yang menjabat sebagai Dirreskrimsus Polda DIJ sejak 14 Juli 2025.

 


JOGJA - Jabatan Dirreskrimsus Polda DIJ kini diisi seseorang bergelar profesor. Dia adalah AKBP Prof Dr Saprodin, SH, MH. Mulai menjabat sejak 14 Juli 2025.

 

Pria kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur ini sebelum pindah tugas ke Jogja sempat menduduki jabatan yang sama di Polda Sulawesi Barat. Kesederhanaan melekat pada dirinya. Hal itu ditunjukkan dengan rasa tidak enaknya ketika wartawan coba mengulik perjalanan karirnya di kepolisian.

 

"Yang saya pegang adalah lembah manah, menghindari popularitas, ndak dikira nanti cari panggung," ujarnya Jumat (22/8).

 

Perjalanan karirnya dimulai tahun 1991 di SPN Banyu Biru. Dia memulai karir dari bintara dengan pangkat Sersan Dua Polisi atau kini Brigadir Dua (Bripda).

 

Dia masuk kepolisian saat lembaga tersebut masih menjadi satu bersama TNI dengan nama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).


Kemudian pada 2002, dia meneruskan sekolah perwira. Tepat di tahun 2012 lanjut Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah Polri (Sespima), dan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) pada 2021. "Jadi karir saya memang dari 0," bebernya.

 

Karir gemilangnya tak hanya pada sekolah taruna. Dalam aspek akademis, dia juga berhasil mendapatkan gelar doktor. Berawal dari 1992, dia mendapat beasiswa sekolah S1 dari Kapolda Jawa Tengah saat itu. Pendidikan S1 jurusan hukum dia tempuh selama empat tahun dan lulus 1996.

 

"S2-nya saya di Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta," ucap pria berusia 56 tahun itu.

 

Pendidikan S3 kemudian dilanjutkan di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Dari sana dia meraih gelar Guru Besar Kehormatan pada bidang Ilmu Hukum dari Unissula Semarang pada April 2024.

 

Saat itu, Saprodin juga tengah bertugas di Polda Jateng. Pidato orasi ilmiahnya berjudul Rekonstruksi Kebijakan Penanganan Pencegahan Terorisme di Indonesia Yang Berbasis Nilai-Nilai Keadilan Pancasila.

 

"Saya bisa selesai sekolah ini kebetulan semua, karena iseng ikut terus diterima. Termasuk gelar profesor ini saya tidak ada tendensi ingin bergelar profesor," jelasnya.

 

Mantan Kasat Reskrim Polresta Surakarta ini menyebut, dia kerap menemui kasus berkaitan dengan terorisme. Salah satu kasus yang turut ditangani adalah serangan bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta 2016 silam.

 

"Back up tertutup. Banyak tugas saya di Solo Raya. Rekan-rekan yang berpaham radikal, terorisme, (di Solo, Red) lebih tinggi dibanding yang lain," bebernya.

 

Ia menilai, tugas baru yang ia emban di Polda DIJ menjadi tantangan tersendiri. Dia beberapa kali sudah melakukan koordinasi lintas organisasi pemerintah daerah (OPD) DIJ untuk melakukan silaturahmi dan pemetaan.

 

"Termasuk penataan pertambangan harus tertib sinergis dengan KPK, sinergis dawuhe Sinuwun, saya lebih menyentuh kepada nilai-nilai luhur Ngarsa Dalem maupun penegakan hukum dari KPK," ucapnya.

 

Selain itu, dia juga berkomitmen untuk menangani kasus peredaran minuman beralkohol (mihol) maupun judi online di DIJ.


"Atau mungkin nanti ada (kasus, Red) online-online yang lain," lontarnya. (oso/eno)

 

Editor : Herpri Kartun
#Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) #terorisme #Universitas Slamet Riyadi Surakarta #Doktor #abri #Bripda #Universitas Islam Sultan Agung Semarang #Polda DIJ #Sespimmen #polda jateng #jawa timur #Sespima