JOGJA - Dengan mengedepankan prinsip Nasionalisme, Ideologi Ekonomi, dan Budaya, penyedia aplikasi JogjaKita masih bertahan selama empat tahun di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Bermodal pengalaman di bidang bisnis digital sejak 2009, Ibnu Sunanto sebagai Founder dan Komisaris Utama JogjaKita pada tahun 2021 mencoba membangun aplikasi yang menyediakan jasa ojek online, pesan makanan online, pengantaran barang, dan layanan pembayaran dalam satu aplikasi.
"Dengan on demand services semua dapat diwujudkan dengan layanan ojek online, pesa makanan online, belanja, layanan pembayaran mulai dari QRIS, SpeedCash, Credit Card, bayar tunai dan banyak layanan pembayaran lainnya," ujar Ibnu, Jumat, 13 Juni 2025.
Yang tidak kalah pentingnya, diakui putra asli daerah Bantul ini, sistem aplikasi JogjaKita tanpa potongan biaya aplikasi kepada pelaku bisnis yang bermitra dengan JogjaKita.
"Aplikasi JogjaKita tidak membebankan biaya apapun ke pelaku bisnis," kata Ibnu.
Sedangkan untuk bagi hasil dengan mitra atau driver ojek online, aplikasi JogjaKita hanya memotong 6 persen, dan sisa 94 persen murni milik mitra atau pengemudi ojek online.
Dengan memiliki sedikitnya 1.200 driver saat ini, JogjaKita tetap optimis menatap masa depan, sehingga para founder disana masih bisa bertahan hingga hari ini.
"Utamanya di Kota Yogyakarta, Bantul, dan Sleman, sementara ini untuk Gunungkidul dan Kulonprogo belum tercover," katanya.
Ditambahkan Ibnu, Aplikasi JogjaKita dijalankan tanpa melibatkan kepemilikan dari pihak asing, murni seratus persen kepemilikannya.
"Kami murni organik tanpa kepemilikan dari pihak asing," katanya.
Dengan berada di bawah naungan PT Bimasakti Multi Sinergi yang merupakan perusahaan ekosistem digital yang bergerak di industri financial technology atau Fintech, serta memiliki layanan utamanya pada pembayaran elektronik membuat aplikasi JogjaKita berpengalaman di bidangnya.
"Berbagai layanan produk dan aplikasi yang dikembangkan anak perusahaan yang tergabung dalam Bimasakti Group memberikan banyak manfaat nyata bagi masyarakat, sebagai komitmen kami memberikan kontribusi besar dalam mengubah wajah Indonesia di bidang pembayaran elektronik," paparnya.
Terlebih beberapa waktu lalu, Menteri UMKM RI, Maman Abdurahman mengapresiasi sekaligus memberi dukungannya kepada aplikasi JogjaKita, yang merupakan aplikator ojek online lokal kebanggaan warga Yogyakarta.
"Saya baru tahu ternyata ada aplikator lokal Yogyakarta. Ini bentuk konkret kearifan lokal yang patut kita dukung," kata Maman beberapa waktu lalu.
Bahkan dia sempat berseloroh bahwa dirinya siap menjadi marketing JogjaKita dan membantu mempromosikan aplikasi tersebut.
"Kalau perlu kita semua jadi tim marketing JogjaKita," kata Maman. (*)
Editor : Heru Pratomo