MAGELANG - Nama Sakir, kini lekat dengan kepemimpinan legislatif di Kabupaten Magelang.
Di balik posisinya sebagai ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), tersimpan perjalanan panjang yang dibangun dengan dedikasi di dunia politik sebuah jalan yang telah dikenalnya sejak dini lewat jejak perjuangan keluarganya.
Bagi Sakir, politik bukanlah sesuatu yang asing. Sedari awal, ia tumbuh di lingkungan yang kental dengan nuansa politik.
Anggota keluarganya pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Magelang, meski hanya menjabat satu periode.
Dari sanalah, benih ketertarikannya tumbuh dalam dirinya dan perlahan berkembang menjadi panggilan hidup.
Karier politik Sakir dimulai dari tingkat ranting. Sekitar tahun 1999, dia tertarik bergabung dengan PDIP.
"Saya pikir, ini saatnya saya ikut melanjutkan perjuangan keluarga, sekaligus berkontribusi untuk masyarakat," kenangnya saat ditemui di MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang, Jumat (6/6/2025).
Langkah politik Sakir terus menanjak, setelah aktif di tingkat ranting, ia dipercaya memimpin pengurus anak cabang (PAC) PDIP selama satu periode.
Lantas, ia akhirnya mendapat mandat dari partai untuk bertugas sebagai bendahara dewan pengurua cabang (DPC).
Puncaknya, pada periode keempat ini, Sakir ditunjuk sebagai Ketua DPRD Kabupaten Magelang.
Dia percaya, memperjuangkan kepentingan rakyat secara maksimal dapat dilakukan dari dewan.
"Menjadi anggota DPRD memungkinkan saya menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, agar bisa dituangkan dalam kebijakan-kebijakan daerah," ungkapnya.
"Kami ini mitra. Keberhasilan pemerintahan daerah adalah keberhasilan bersama," paparnya mantap.
Karena itu, DPRD akan terus mendukung, mengawasi, sekaligus menjadi kontrol kebijakan demi masyarakat.
Kini, dengan pengalamannya yang panjang dan kiprah politik yang matang, Sakir tak hanya menjadi simbol keberlanjutan perjuangan keluarga, tetapi juga tokoh penting dalam pembangunan Kabupaten Magelang.
Ia berharap, ke depan, sinergi dan kolaborasi semua pihak bisa terus terjaga demi mewujudkan Kabupaten Magelang yang lebih sejahtera dan berdaya saing. Termasuk berhubungan baik dengan eksekutif. (aya/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita