Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Paus Leo XIV: Pemimpin Baru Gereja Katolik yang Menyita Perhatian Dunia

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 10 Mei 2025 | 19:02 WIB
Paus Leo XIV.
Paus Leo XIV.

RADAR JOGJA - Dunia menyaksikan momen bersejarah ketika Kardinal Robert Francis Prevost terpilih sebagai Paus ke-267 Gereja Katolik Roma.

Dengan mengenakan jubah kepausan dan melangkah ke balkon Basilika Santo Petrus, ia mengumumkan diri dengan nama Paus Leo XIV.

Terpilihnya Paus Leo XIV menandai tonggak penting, karena ia menjadi paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat.


Terpilihnya Paus Baru


Proses konklaf yang berlangsung dua hari di Vatikan dihadiri oleh 133 kardinal dari berbagai belahan dunia.

Mereka memilih Prevost, yang sebelumnya menjabat sebagai Prefek Kongregasi untuk Uskup dan berasal dari Chicago, sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik.

Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat tradisi kepausan yang didominasi oleh pemimpin dari Eropa.

Kontroversi yang Muncul

Meski terpilih dengan suara mayoritas, Paus Leo XIV tidak lepas dari kontroversi.

Sebelum menjadi paus, Prevost dikenal sebagai figur yang vokal dalam mengkritik kebijakan politik Amerika Serikat, terutama terkait dengan kebijakan luar negeri dan isu-isu sosial.

Beberapa pihak khawatir bahwa pandangannya yang kritis terhadap pemerintah AS dapat memengaruhi hubungan Gereja dengan negara tersebut.

Baca Juga: Datang Sejam Lebih Cepat, Terapis Pijat Kota Magelang Sukarela Pijati Biksu Thudong di TITD Liong Hok Bio


Selain itu, ada pula kekhawatiran mengenai pendekatan kepemimpinannya yang dianggap terlalu progresif oleh sebagian kalangan konservatif dalam Gereja.

Beberapa pihak menilai bahwa Paus Leo XIV mungkin akan membawa perubahan signifikan dalam doktrin dan praktik Gereja, yang dapat menimbulkan ketegangan internal.


Profil Paus Leo XIV


Robert Prevost lahir di Chicago pada tahun 1950 dan ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1976.

Ia dikenal sebagai seorang teolog yang mendalam dan memiliki pengalaman luas dalam pelayanan pastoral.

Sebelum diangkat menjadi Prefek Kongregasi untuk Uskup pada tahun 2017, ia pernah menjabat sebagai Uskup Agung Chicago dan memiliki reputasi sebagai pemimpin yang bijaksana dan penuh perhatian terhadap umat.

Sebagai Paus Leo XIV, ia berkomitmen untuk melanjutkan warisan Paus Fransiskus dalam mempromosikan dialog antaragama, keadilan sosial, dan perhatian terhadap kaum miskin.

Namun, ia juga menekankan pentingnya mempertahankan tradisi dan ajaran Gereja yang telah ada selama berabad-abad.

Dengan latar belakangnya yang unik dan pendekatan kepemimpinan yang seimbang, Paus Leo XIV diharapkan dapat membawa Gereja Katolik menuju era baru yang penuh tantangan dan peluang.

Perjalanan kepemimpinannya akan terus diawasi oleh umat Katolik di seluruh dunia, yang berharap ia dapat membawa perdamaian, persatuan, dan pembaruan dalam tubuh Gereja. (Anicetus Awur)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#pemimpin baru gereja katolik #Konklaf #Pemimpin tertinggi Gereja Katolik #vatikan #gereja katolik roma #Amerika Serikat #Paus Leo XIV #Menyita Perhatian Dunia