KEBUMEN - Sejak dilantik pada 20 Februari lalu, Lilis Nuryani telah menancapkan komitmen untuk menekan angka kemiskinan. Bupati Kebumen itu terus bergerak mencari solusi agar kemiskinan di Kebumen bukan lagi menjadi momok menakutkan.
Dia mengaku miris, selama ini Kebumen keluar sebagai kabupaten termiskin di Jawa Tengah. Dengan angka kemiskinan tercatat 15,71 persen. Predikat yang dianggap memalukan itu dinilai perlu upaya konkret. Artinya bukan sekadar jargon, tapi bukti nyata melalui berbagai program terukur.
"Salah satu perhatian kita bersama adalah isu kemiskinan. Karena sudah terlalu lama Kebumen menjadi kabupaten termiskin," jelasnya, Jumat (21/3).
Lilis menyatakan, melepas predikat sebagai kabupaten termiskin memang bukan persoalan mudah. Tapi dia optimistis, melalui kerja kolaboratif antar elemen, persoalan tersebut akan terurai.
Saat ini, langkah pertama yang dia lakukan fokus pada pembenahan bank data kemiskinan. Dia bersama dinas terkait terus bergerak untuk memastikan data kemiskinan akurat.
Melalui metode ini, diharapkan program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan dapat lebih tepat sasaran. Lilis juga sedang berupaya pada pemerataan program infrastruktur hingga pelosok desa.
Dari upaya ini Lilis menaruh harapan kondisi perekonomian masyarakat di tingkat desa mampu bergeliat. "Data kemiskinan di Kebumen yang akurat dan terpadu akan menjadi prioritas pemerintahan kami," jelasnya.
Dalam Pilkada 2024 lalu, Lilis berhasil menduduki kursi bupati. Ia tercatat sebagai bupati perempuan kedua selama sejarah berdirinya Kebumen. Ini setelah Rustriningsih pada 2000 silam yang kemudian dipercaya sebagai wakil gubernur Jawa Tengah.
Lilis dinyatakan menang Pilkada 2024 usai menumbangkan pasangan petahana dengan prosentase kemenangan 55,6 persen. Lilis bersama Zaeni Miftah selaku wakil bupati berhasil meraup 411.711 suara.
Di Kebumen, Lilis dikenal sebagai 'Sultan' dengan harta kekayaan cukup fantastis. Istri dari Fuad Yahya itu tercatat memiliki harta kekayaan mencapai Rp 138,2 miliar. Berdasar laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) pada 28 Agustus 2024, total kekayaan Lilis tanpa ada catatan utang.
Lilis lahir di Bandung 16 April 1965 (59 tahun). Ia adalah ibu dari tiga orang anak. Anak pertama, Faiz Alauddien Reza Mardhika kini duduk sebagai anggota DPRD Jawa Tengah. Lalu, Khalisa Adelia saat ini menjabat wakil ketua DPRD Kebumen. Terakhir, anak bungsunya Syahzada Izaz.
Sebelum menjabat sebagai bupati, Lilis memimpin banyak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang. Dari usaha properti, perdagangan hingga SPBU. Dia juga aktif di organisasi Muhammadiyah sebagai bendahara Muhammadiyah Gombong. Lalu menjadi ketua Pesantren Al Kamal di Kecamatan Kuwarasan. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita