JOGJA - Peningkatan kualitas dan kompetensi diri jadi hal yang terus diupayakan Anisa Rahmawati.
Mahasiswi prodi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) angkatan 2022 ini, banyak ikut kompetisi hingga riset untuk menunjang hal tersebut.
Perempuan asal Grobogan, Jawa Tengah ini tercatat telah mengikuti berbagai kompetisi, mulai dari kompetisi yang diadakan universitas hingga Puspresnas Kemendikbudristekdikti.
Beberapa kompetisi yang diselenggarakan oleh Puspresnas, Kemendikbudristekditi, yang pernah ia ikuti dalam rentang November 2023 hingga November 2024, di antaranya Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) 2023, Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2024, Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) 2024, dan Abdidaya Ormawa 2024.
"Semua kompetisi itu alhamdulillah saya bisa mewakili kampus melaju ke babak final di tingkat nasional," katanya pada Radar Jogja, Jumat (7/3/2025).
Selain itu, Anisa juga berhasil meraih berbagai penghargaan lomba dengan kategori berupa lomba karya tulis ilmiah (LKTI), LKTI kandungan Alquran (LKTIQ), dan business plan competition (BPC).
Ia juga aktif mengikuti conference dan call for paper, baik tingkat nasional maupun internasional. Serta terlibat dalam penelitian dosen dan berhasil publikasi beberapa artikel ilmiah.
"Di luar kompetisi dan penelitian, kegiatan lain yang saya pernah saya ikuti yakni jadi mentor FEB Berprestasi, MC, dan moderator," paparnya.
Dalam konteks lain, perempuan yang bercita-cita menjadi dosen ini juga aktif berorganisasi.
Disebutnya, ia telah mengikuti beberapa organisasi selama berkuliah di UNY. Mulai dari UKM Bahasa Asing Safel dan UKM Penelitian UNY, hingga Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Regional DIY, dan UKM Penelitian UNY serta UKMF KM-Al Fatih FEB UNY.
"Tahun kedua kuliah, saya tinggal di Pondok Pesantren Krapyak, jadi hanya bisa ikut satu organisasi," lontarnya.
Secara personal, dia mengaku punya dua bidang ketertarikan, yaitu pendidikan dan agama. Dalam bidang pendidikan, ia tertarik membagikan ilmu yang dimiliki untuk kebermanfaatan sesama.
"Saya yakin ilmu yang bermanfaat itu amalan jariyah yang tak terputus pahalanya hingga setelah maut menjemput," jelasnya.
Selain itu, bidang agama juga menjadi bidang yang sangat ia minati, baginya dengan adanya pengetahuan agama hidup menjadi terarah, dan ia yakin manusia yang kuat agama dan imannya tentu akan menjadi pribadi yang kuat dalam berbagai aspek kehidupan.
"Saya merasa hidup saya tanpa Alquran hanya jadi hidup yang sekadar hidup, tidak ada nilai dan maknanya. Dengan Alquran saya merasa hidup saya benar-benar hidup," terangnya. (iza/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita