PURWOREJO - Bertambahnya usia bukan menjadi penghalang bagi Kabag Ops Polres Purworejo Kompol Sutoyo untuk tetap menempuh jenjang pendidikan. Meski hampir pensiun, perwira Polres Purworejo itu masih getol mengejar gelar doktor ilmu hukum. Dia tak putus asa, walau harus menjalani di tengah kesibukan sebagai seorang polisi.
Selangkah lagi, Kompol Sutoyo akan menyandang gelar doktor. Pencapaian ini diraih tidak gampang. Tidak semudah layaknya membalik telapak tangan. Di belakang semua itu, dia harus melewati proses dan perjuangan panjang.
Baca Juga: Innalillahi, Dalam Semalam Ada 18 Bencana Hidrometeorologi di Kulon Progo
Menjalani kuliah ditengah kesibukan sebagai seorang polisi bukan perkara mudah. Kabag Ops di Polres Purworejo itu mengaku harus pintar membagi waktu, antara pekerjaan dinas, urusan keluarga, dan perkuliahan. Tapi kembali lagi, itu bukan menjadi alasan dirinya kendor dalam mengejar mimpi. "Masih proses di Untag Semarang. Sekarang tinggal tiga kali ujian," ungkapnya, Selasa (25/2).
Dia berprinsip, gelar doktor yang sebentar lagi diraih sebenarnya bukan hanya bicara prestasi akademik. Melainkan bentuk menjalankan kewajiban manusia untuk terus belajar. Tanpa belajar, hidup ini menurut dia dirasa masih kurang lengkap. "Saya purnatugas Desember 2025. Perkuliahan tetap saya kejar sampai selesai," ujarnya.
Bagi Toyo, sapaan akrab Kompol Sutoyo, belajar adalah sebuah kewajiban. Mulai dari lahir hingga jelang akhir khayat. Kewajiban ini baginya tidak bisa ditawar. Pun demikian, belajar juga berlaku tidak pandang usia, status apalagi jabatan.
Soal biaya, dia percaya tuhan bakal memberikan jalan. Dogma inilah yang sampai sekarang ikut membekas di benak anak-anaknya. "Anak saya sekarang sedang ambil S2, tidak boleh kalah dengan bapaknya. Berlomba dalam kebaikan," ujarnya.
Baca Juga: Honda Istimewa Bagi Info Cara Menyambungkan Fitur RoadSync New PCX 160
Dia bercerita, banyak alasan sehingga dirinya serius sampai menempuh pendidikan tinggi. Antara lain adanya dorongan dari orang tua. Ketika kecil, dia masih ingat betul wejangan dari orang tua supaya tetap sekolah, apapun kondisinya. Wejangan ini lantas membuat pria kelahiran 1968 itu bersemangat untuk sekolah hingga kuliah. "Harus pintar, cari teman sebanyak-banyaknya. Itu pesan bapak saya dulu," bebernya.
Toyo lahir di Banyuurip, Purworejo. Dia besar dari keluarga yang terbilang kurang mampu. Sejak usia 7 tahun, dirinya telah ditinggal sang ayah. Kondisi ini yang membuat Toyo harus bekerja keras dan laku sederhana bersama delapan saudaranya. "Pendidikan itu bisa jadi pembuka jalan rezeki. Maka jangan diabaikan," kata dia.
Di lingkungan Polres Purworejo, Toyo dikenal pribadi yang sumeh. Dia tampil seadanya. Polisi berperawakan tinggi ini juga tak membedakan teman dalam bergaul. Dia tak canggung untuk berbaur dengan berbagai elemen dan latar belakang. (fid)
Editor : Sevtia Eka Novarita