Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

M. Irfan, Mantan Pemain PSIM Jogja yang Kini Melatih Persak Kebumen, Merinding Lihat Euforia Masyarakat usai Promosi

Muhammad Hafied • Rabu, 19 Februari 2025 | 16:10 WIB

 

M. Irfan (kiri) saat masih bermain dengan PSIM Jogja
M. Irfan (kiri) saat masih bermain dengan PSIM Jogja
 

KEBUMEN -Sorak sorai luapan kebahagiaan masyarakat Jogja tak terbendung usai PSIM memastikan promosi ke Liga 1. Doa dan dukungan juga terus mengalir hingga kini. Ini pula yang membuat mantan pemain PSIM, M. Irfan ikut berbangga hati.

 Tuntas sudah perjalanan PSIM dalam mengarungi Liga 2. Penantian panjang ini sontak memecah kebuntuan para suporter militan PSIM. Tak terkecuali bagi M. Irfan yang dulu juga ikut berjuang membesarkan PSIM.

Irfan yang kini menukangi Persak Kebumen dalam dua musim terakhir adalah satu dari sekian banyak mantan pemain yang selalu update soal perkembangan PSIM. Bagi dia, golden tiket Liga 1 yang sudah dipegang PSIM selama penantian 18 tahun menjadi kado terindah.

Semua mimpi itu kini sudah terbayar lunas. "Jujur, saya merinding. Lihat euforia warga Jogja begitu luar biasa,"  ungkapnya Selasa (18/2).

Secercah harapan selama hampir dua dekade itu diminta agar ke depan berbuah manis. Pencapaian ini, menurutnya, juga bukan perjalanan mudah bagi Laskar Mataram. Pasang surut di tataran manajerial dianggap menjadi salah satu faktor PSIM kurang beruntung menjalani musim liga.

Dia masih ingat betul, ketika dulu berjuang membela PSIM namun berujung hasil negatif. Kala itu di tahun 2012, harapan PSIM harus pupus di semi final usai ditekuk tim Gresik. Para pemain otomatis harus mengubur mimpinya untuk bisa lolos di Liga 1.

"Saya ada memori baik dengan PSIM. Waktu itu pas zaman sama Hanafi, kami  main di bek bareng," bebernya.

Bagi pemain yang identik dengan kepala plontos itu, keberhasilan PSIM bisa lolos ke Liga 1 tak lepas dari tangan dingin Erwan Hendrawanto dan Seto Nurdiantara. Kedua pelatih itu punya peran penting dalam mengawal perjalanan PSIM.

Dirinya secara pribadi juga telah menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan ini. "Kami doakan langgeng di Liga 1. Bukan di gerbang lagi. Tapi sudah pindah KTP liga," ucapnya.

Dia berpesan agar PSIM tetap konsisten dan terus menjaga  semangat optimisme selama mengarungi Liga 1. Modal ini dianggap cukup penting, terlebih atmosfer antara Liga 1 dan Liga 2 sangat jauh berbeda.

Baca Juga: Imbas Mangkraknya Pembangunan Agrowisata Bukit Dermo, Sejumlah Pejabat Dispar Bantul Penuhi Panggilan Kejati DIY

Tantangan lain spesifikasi pemain juga perlu disesuaikan dengan grade di Liga 1. "Besok tentu lebih kompetitif. Saya pikir akan ada tambal sulam pemain ya," kata eks pemain PSIS Semarang itu.

Satu lagi, hal terbesar yang patut disyukuri bagi PSIM adalah kehadiran suporter militan. Mereka sampai sekarang tetap setia menemani perjalanan tim Jogja. Basis mania bola di Kota Gudeg itu dari dulu sampai sekarang, menurutnya, tidak jauh berbeda.

Irfan percaya warga Jogja akan semakin bergairah dengan lolosnya PSIM ke Liga 1. Kondisi ini pula yang bakal mempertahankan kultur fanatisme suporter. "Ini sangat membahagiakan ya. Dari dulu sampai sekarang suporter tidak berubah," tambahnya. (laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#Euforia #Persak Kebumen #promosi #Irfan #pelatih #Liga 1 #PSIM Jogja