Sebagai seorang pemuda berusia 23 tahun, perjalanan karir Raihan tidaklah mulus, terutama di tanah air.
Di Indonesia, ia sempat mengalami penolakan dalam industri model karena tubuhnya yang dianggap terlalu kurus dan tidak sesuai dengan standar kecantikan lokal.
Namun, kini Raihan berhasil mengukir prestasi besar yang mengubah pandangan banyak orang terhadapnya.
Dikenal sebagai model Indonesia pertama yang tampil di runway Yves Saint Laurent (YSL) dan Louis Vuitton, Raihan kini menjadi sorotan dunia mode global.
Karir Raihan dimulai sejak ia berusia 17 tahun, ketika ia bergabung dengan agensi model Who Knows Models di Indonesia.
Meskipun memiliki wajah tampan dan tinggi badan ideal, tubuh Raihan yang lebih kurus daripada kebanyakan model di Indonesia membuatnya sering mendapat penolakan.
Banyak yang beranggapan bahwa tubuhnya tidak sesuai dengan standar model di tanah air, yang sering kali lebih mengutamakan tubuh atletis dan berbentuk.
Namun, Raihan tidak menyerah. Ia terus berjuang dan membuktikan bahwa model bukan hanya soal bentuk tubuh, melainkan juga tentang keunikan dan karakter yang bisa membawa energi berbeda di atas runway.
Perjuangan Raihan akhirnya membuahkan hasil saat ia mendapat kesempatan untuk tampil dalam salah satu show bergengsi di dunia fashion—Saint Laurent pada koleksi Semi-Panas 2022 untuk pria.
Penampilannya yang memukau langsung mencuri perhatian dunia mode.
Tak hanya itu, kesempatan besar lainnya datang ketika Raihan menjadi salah satu model yang tampil dalam koleksi Louis Vuitton Mens Fall/Winter 2024, yang dirancang oleh Pharrell Williams, di Jardin d’Acclimatation, Paris.
Menjadi model pertama asal Indonesia yang dipercaya oleh dua rumah mode terkemuka tersebut bukanlah hal yang mudah, tetapi Raihan berhasil membuktikan bahwa dirinya memiliki potensi yang luar biasa untuk bersinar di panggung internasional.
Raihan menunjukkan kepada dunia bahwa keunikan tubuh dan penampilan adalah sebuah aset yang sangat berharga.
Dalam dunia fashion yang terus berkembang, semakin banyak desainer yang membuka diri terhadap keberagaman dan mencoba untuk merayakan keunikan individu daripada sekadar mengikuti tren atau standar kecantikan konvensional.
Raihan menjadi simbol perubahan ini, membuktikan bahwa seseorang tidak perlu mengubah diri mereka untuk diterima, melainkan cukup menjadi diri mereka sendiri.
Keberhasilan Raihan Fahrizal juga menginspirasi banyak orang di Indonesia dan dunia, terutama mereka yang merasa terpinggirkan karena tidak sesuai dengan standar kecantikan tertentu.
Raihan kini menjadi bukti hidup bahwa keberanian untuk tetap percaya diri dan berjuang bisa membuka banyak pintu kesempatan, bahkan di industri yang sangat kompetitif seperti dunia fashion.
Penulis: Abel Alma Putri
Sumber: Berbagai Sumber