SLEMAN - Kisah perjuangan Ahmad Qadarisman dalam meraih beasiswa LPDP bisa menjadi inspirasi banyak orang. Setelah dua kali gagal, Ahmad akhirnya berhasil memperoleh beasiswa yang membawanya melanjutkan studi Magister di Program Studi Teknologi Pembelajaran, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Lahir dari keluarga buruh tani garam dan berprofesi sebagai guru honorer IPA di SMP YAS'A Sumenep, Ahmad sangat menyadari pentingnya pendidikan untuk mengubah nasib.
"Keberhasilan ini bukan hanya untuk saya, tetapi juga bagi masyarakat yang memperjuangkan pendidikan sebagai jalan keluar dari keterbatasan," kata Ahmad.
Diakui, perjalanan menuju keberhasilan tidak mudah. Sebelumnya, dia mengalami kegagalan pada dua seleksi LPDP yang diikuti. Meski sempat merasa putus asa, Ahmad tidak menyerah."(Berhasil) di keikutsertaan ketiga," ujarnya.
Tak hanya fokus pada studi, dirinya juga aktif terlibat dalam proyek sosial, seperti edukasi tentang kesehatan dan pencegahan diabetes. Selain itu, dia berencana mendirikan startup edutech yang mengintegrasikan kearifan lokal dalam proses pembelajaran.
"Melalui LPDP, saya optimis memiliki kesempatan untuk memperluas jaringan dan bertemu dengan banyak profesional," ujarnya.
Baca Juga: Korek Api Sumbu Banyak Dipakai Petani di Pedesaan, Tak Bisa Direparasi dan Hanya Isi Ulang
Pihaknya berpesan kepada calon penerima beasiswa LPDP lainnya supaya mempersiapkan diri sebaik mungkin di setiap tahap seleksi.
"Jika gagal, jadikan itu sebagai pembelajaran untuk terus memperbaiki diri. Keberhasilan datang dengan usaha, doa, dan komitmen," tegasnya. (gun)
Editor : Heru Pratomo