Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mbok Satinem, Penjual Lupis Legendaris yang Menjaga Tradisi 60 Tahun: Jadi Langganan Soeharto hingga Masuk Netflix

Iwan Nurwanto • Jumat, 20 Desember 2024 | 21:54 WIB
Mbok Satinem, penjual lupis legendaris
Mbok Satinem, penjual lupis legendaris

JOGJA - Mayoritas orang mungkin sudah mengenal Mbok Satinem, dia adalah penjual lupis legendaris yang lapaknya berada di Jalan Bumijo, Jetis, Kota Jogja.

Nama Mbok Satinem mulai kondang setelah dirinya masuk dalam serial Netflix berjudul Street Food Asia.

Tidak heran jika nama Mbok Satinem bisa terkenal itu. Lupis buatannya memang memiliki cita rasa yang lezat.

Bahkan pembeli pun rela mengantri untuk mencicipi makanan olahan yang berbahan dasar ketan dibalut dengan parutan kelapa dan gula aren itu.

Namun dibalik kelezatan lupis buatannya, Satinem memiliki banyak kisah yang cukup menarik.

Salah satunya lupis yang pernah menjadi langganan Soeharto. Kala itu, ajudannya membelikan lupis buatannya sebagai kudapan presiden kedua Republik Indonesia tersebut.

Selain itu, pelanggan Satinem pun tidak hanya masyarakat lokal Yogyakarta saja.

Namun lupis buatannya juga kerap diburu oleh para pelancong dari luar daerah.

Bahkan diceritakannya, turis mancanegara juga pernah datang langsung untuk membeli lupis di lapaknya.

Memang tidak ada yang mengira jika lupis buatan Satinem digemari oleh berbagai kalangan.

Lantaran lapaknya pun hanya kecil, meja untuk meracik lupis lebarnya tidak sampai dua meter.

Namun jika pagi antrean pembeli bisa cukup panjang.

Bahkan sosok Mbok Satinem pun sampai-sampai tidak terlihat karena tertutup kerumunan orang.

Satinem mengatakan, sudah mulai berjualan lupis sejak tahun 1963 atau ketika dirinya masih berusia sekitar 18 tahun.

Sebenarnya tidak hanya lupis saja yang dijual. Namun juga ada kuliner lain seperti cenil, gatot dan tiwul. Serta tidak jarang juga menyediakan bubur sumsum.

Satinem, hingga kini memang masih menjaga resep turun temurun dalam membuat lupis.

Proses pembuatannya pun dilakukan secara tradisional. Misalnya masih menggunakan benang untuk memotong lupis.

Kemudian juga menggunakan daun pisang sebagai pembungkusnya.

“Saya berjualan lupis sudah 60 tahun, dari masih muda sampai sekarang,” ujar Satinem kepada Radar Jogja, Kamis (20/12/2024).

Adapun sampai saat ini, Satinem sendiri sudah memiliki tiga anak dan tiga cucu serta empat buyut.

Dari total tiga cucu tersebut ada satu yang berhasil disekolahkan hingga perguruan tinggi.

Sementara sisanya banyak yang memilih untuk bekerja.

Baca Juga: Angka DBD di Kabupaten Bantul pada 2024 Meningkat, Sedangkan Leptospirosis Menurun, Dinkes Gencarkan Pelayanan Melalui Puskesmas

Selain bercerita banyak tentang lupis, Satinem juga membeberkan rahasia kesehatan yang bisa membuatnya berumur panjang.

Dalam kesehariannya, Satinem memang banyak beraktivitas untuk membuat lupis.

Menurut dia, dengan banyaknya kegiatan seperti membuat dan berjualan lupis di masa tua dapat membuat badan sehat dan pikiran.

Selain itu Satinem pun rutin minum jamu untuk menjaga kondisi badannya tetap fit.

“Kalau saya (rahasia awet mudanya) yang penting pikiran senang dan jualan sekaligus buat hiburan,” tandas Satinem. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Penjual Lupis #legendaris #lupis #Mbok Satinem #netflix #jajanan lokal #Langganan Soeharto