Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Soimah Pancawati Terima Anugerah Kebudayaan DIY dari Gubernur DIY  Jadi Cambuk karena Merasa Belum Apa-Apa

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 29 November 2024 | 03:06 WIB

 

 

 

Soimah Pancawati Terima Anugerah Kebudayaan DIY dari Gubernur DIY  Jadi Cambuk karena Merasa Belum Apa-Apa
Soimah Pancawati Terima Anugerah Kebudayaan DIY dari Gubernur DIY  Jadi Cambuk karena Merasa Belum Apa-Apa

JOGJA - Pemprov DIJ kembali memberikan penghargaan Anugerah Kebudayaan DIJ. Tahun ini, penghargaan diberikan kepada 28 individu dan komunitas. Untuk individu, salah satunya diberikan Soimah Pancawati.

 Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para pejuang budaya yang berdedikasi menjaga dan mengembangkan kebudayaan di Jogjakarta. Acara seremonial pemberian penghargaan digelar di Bangsal Kepatihan, Jogja, Kamis (28/11).

Gubernur Hamengku Buwono X menyerahkan langsung penghargaan ini kepada individu terpilih. "Kami berikan apresiasi kepada para pejuang budaya yang telah berdedikasi menjaga dan mengembangkan kebudayaan di Jogjakarta agar tetap relevan dan bermakna bagi generasi kini dan masa depan," ujarnya.

HB X menilai, kebudayaan merupakan inti dari sebuah peradaban yang terus berkembang seiring zaman. Maka dari itu, upaya menjaga tradisi, seni dan nilai luhur penting sebagai warisan bangsa untuk memperkuat identitas.

"Kebudayaan, ibarat embun pagi di musim kemarau, menyegarkan sekaligus menjaga keseimbangan alam. Mari bersama-sama menjaga kebudayaan ini agar tetap menjadi sumber inspirasi," tutur HB X.

Penganugerahan itu merupakan bentuk penghormatan mereka yang telah berdedikasi dalam pelestarian kebudayaan. Ia berharap penghargaan ini menjadi awal membangun ekosistem budaya yang kokoh dan inklusif.

Soimah Pancawati
Soimah Pancawati

Penghargaan ini terbagi menjadi empat kategori utama. Anugerah Maha Adi Dharma Budaya merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada individu dengan kontribusi di tingkat internasional.  Anugerah Maha Bakti Budaya ditujukan bagi mereka yang berjasa di tingkat nasional dan regional.

Sementara Anugerah Adikara Cipta Budaya diberikan kepada pencipta karya budaya yang inspiratif. Terakhir, Anugerah Upakarya Budaya mengapresiasi individu atau lembaga yang berjasa di berbagai bidang kebudayaan.

Sebanyak 28 penerima penghargaan berasal dari berbagai bidang, termasuk seni tradisional, sastra, musik, hingga pengembangan komunitas budaya. Mereka dinilai berhasil menciptakan harmoni antara tradisi dan inovasi di tengah tantangan modernitas.

Baca Juga: Pohon Sengon Tumbang di Pundong, Bantul Timpa Studio Foto, Pemilik Mengalami Kerugian Rp 80 Juta

Para penerima penghargaan Upakarya Budaya, antara lain, FM Djawis Carolina, Soimah Pancawati, Satmoko Budi Santoso, Suharso Soekohardjoso, Nur Ahmadi, Abdul Rachman, Zainal Arifin, Wasiran, Theresia Mujinah, Suti Rahayu, Y. Sutopo, Priyana Jatmika, RM Murhadi, Sumandiyo Hadi, Forum Film Dokumenter, Gembong Danudiningrat, Bekti Budi Hastuti, Afif Syukur, Nyoman Kertia, dan Awit Radia.

Penyanyi dan juga pelawak asal Jogjakarta Soimah Pancawati merasa dirinya belum sepenuhnya berpartisipasi dalam pengembangan kebudayaan. Namun atas apresiasi itu justru sebagai cambuk ia terus semangat mengembangkan seni dan budaya di Jogjakarta. "Seni di Jogjakarta saya harap bisa dinikmati tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia," ujarnya.

Apa yang dilakukan Soimah selama ini di bidang seni dan budaya merupakan murni dari hati. Baginya, berkesenian sudah menjadi bagian dari hidupnya. Tidak berharap apa pun. Apa yang ia lakukan mengalir sesuai kecintaanya pada seni. Jogjakarta adalah tempat yang paling tepat untuk berkesenian," tuturnya. (laz)

 

Editor : Heru Pratomo
#kesenian #Anugerah Kebudayaan #HB X #inspirasi #soimah pancawati #gubernur #DIY #kebudayaan