KULON PROGO - Enny Kristiani sukses mengembangkan bisnisnya. Khususnya soal rempah-rempah. Kesuksesan istri dari Ambar Purwoko ini tidaklah instan. Sebab mental Enny telah ditempa sejak dini.
Lahir dari keluarga pedagang, membuat Enny belajar berdagang. Langsung dengan sang ayah yang merupakan pengepul cengkeh di Magelang. Tak jarang, Enny ikut orang tuanya untuk kulakan langsung ke petani luar kota. Seperti di Kulon Progo, sebagai daerah penghasil cengkeh dan kapulaga. "Usaha keluarga terus dikembangkan, dan sampai sekarang masih kulakan cengkeh dan kapulaga," ucap Enny, Jumat (22/11/2024).
Baca Juga: Sebanyak 41 TPS Blank Spot, Diskominfo Gunungkidul Tingkatkan Jaringan Internet
Keikutsertaanya dalam aktivitas keluarga, membuatnya memiliki mindset bisnis dalam sektor tersebut. Saat menjalani pendidikan kuliah di UPN Veteran Yogyakarta, Enny telah meyakinkan dirinya untuk terjun di dunia bisnis. Melalui jurusan kuliah manajemen, Enny mulai belajar lebih dalam mengenai bisnis.
Setelah mengenyam pendidikan di bangku kuliah, Enny memutuskan melanjutkan bisnis orang tua. Bermodal pengetahuan semasa kuliah, Enny mulai menerapkan manajemen bisnis yang tepat. Sebab dia memiliki target mengembangkan bisnis orang tuanya, hingga dapat menjangkau pasar luar pulau.
Memilih dan mencari petani rempah-rempah, Enny mulai membuat jaringan baru. Usahanya terjun ke lapangan membuahkan hasil dengan banyaknya relasi petani cengkeh dan kapulaga.
Namun, Enny sempat mengalami kesulitan untuk menjual hasi panen milik petani. Tak pantang menyerah, Enny mulai memperluas jaringan konsumen. Bertanya dari rekan kuliah hingga turun langsung ke pasar. "Bertahap tidak langsung, mulai fokus ke luar Jateng dan berkembang lagi hingga luar pulau," ucapnya.
Berkat keuletannya, bisnisnya mulai memperluas jaringan penjualan hingga ke Pulau Sumatera. Sampai saat ini, jaringan bisnis masih terpelihara. Terdapat daerah konsumen terbesar miliknya, yaitu Medan dan Palembang. "Prinsip pegangan saya, ikhtiar tidak akan pernah mengkhianati hasil," ucapnya.
Enny menyampaikan, dalam menjalankan bisnis butuh target yang perlu dicapai. Jika target tidak bisa dicapai, maka perlu memperkuat usaha yang dilakukan.
Memperkuat usaha, lanjutnya, bukan hanya dilakukan dengan meningkatkan jumlah jam kerja. Namun, perlu strategi yang berkelanjutan. Dalam konsep perdagangan, kemampuan membaca peluang pasar dan memperkuat jaringan menentukan pembentukan strategi. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita