Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Profil Jensen Huang: Dari Tukang Cuci Piring hingga CEO Nvidia yang Mengubah Dunia Teknologi

Winda Atika Ira Puspita • Senin, 18 November 2024 | 19:38 WIB
Huang Jensen CEO Nvidia.
Huang Jensen CEO Nvidia.

RADAR JOGJA – Nama Jensen Huang menjadi sorotan di Indonesia baru-baru ini setelah ia menghadiri acara Indosat AI Day 2024 yang digelar oleh Indosat Ooredoo Hutchison pada Kamis (16/11/2024).

Dalam acara tersebut, Huang berbicara tentang masa depan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Namun, siapa sangka, di balik kesuksesannya sebagai pendiri dan CEO Nvidia, Huang memiliki perjalanan hidup yang penuh tantangan.

Jensen Huang lahir di Taiwan pada 17 Februari 1963, sebagai anak kedua dari pasangan Huang Hsing-tai dan Lo Tsai-hsiu.

Ketika usianya lima tahun, keluarganya pindah ke Thailand. Namun, karena situasi perang Vietnam, mereka akhirnya mengirim Huang dan saudaranya ke Amerika Serikat untuk tinggal bersama pamannya di Tacoma, Washington, ketika ia berusia sembilan tahun.

Masa Kecil yang Sulit

Huang dan saudaranya sempat bersekolah di Oneida Baptist Institute, sebuah sekolah asrama di pedesaan Oneida, Kentucky, yang ternyata lebih mirip sekolah reformasi agama.

Di sana, Huang harus menjalani kehidupan yang keras, seperti membersihkan toilet setiap hari, sementara saudaranya bekerja di ladang tembakau.

Mereka juga mengalami perlakuan diskriminatif, termasuk penghinaan dan ancaman.

Setelah dua tahun, orang tuanya tiba di Amerika dan segera membawa mereka keluar dari sekolah tersebut.

Keluarga Huang kemudian menetap di pinggiran kota Portland, Oregon.

Huang melanjutkan pendidikan di Aloha High School, tempat ia menunjukkan minat dan bakatnya di bidang sains dan teknologi.

Awal Karier dari Tukang Cuci Piring

Setelah lulus SMA pada 1981, Huang bekerja sebagai tukang cuci piring di restoran sebelum menjadi pelayan.

Pengalaman ini memberinya pelajaran tentang kerja keras dan ketekunan.

Ia kemudian melanjutkan studi di Oregon State University (OSU), mengambil jurusan teknik elektro, dan lulus pada tahun 1984.

Huang memulai karier profesionalnya di perusahaan teknologi seperti Advanced Micro Devices (AMD) dan LSI Logic Corporation.

Sambil bekerja, ia menyelesaikan gelar master di bidang teknik elektro dari Universitas Stanford.

Mendirikan Nvidia

Pada April 1993, bersama Chris Malachowsky dan Curtis Priem, Huang mendirikan Nvidia.

Awalnya, perusahaan ini fokus menciptakan GPU (graphics processing unit) untuk industri video game.

Namun, di bawah kepemimpinannya, Nvidia berkembang pesat hingga mencakup berbagai sektor, termasuk kecerdasan buatan, komputasi seluler, teknologi kendaraan otonom, dan jaringan sosial.

GPU Nvidia kini menjadi tulang punggung revolusi AI global, digunakan dalam pengembangan teknologi-teknologi canggih di berbagai industri.

Baca Juga: Duel Epik Mike Tyson vs Jake Paul Buat Netflix Tumbang, Ribuan Penonton Mengeluh

Kesuksesan Luar Biasa

Berkat visinya, Huang telah membawa Nvidia menjadi salah satu perusahaan teknologi paling inovatif di dunia.

Menurut Forbes, pada 13 November 2024, Huang memiliki kekayaan senilai USD 127,6 miliar (setara Rp2.202 triliun), menjadikannya orang terkaya kesembilan di dunia.

Dari seorang tukang cuci piring hingga menjadi pemimpin dalam industri teknologi, perjalanan hidup Jensen Huang adalah bukti nyata bahwa kerja keras, ketekunan, dan visi besar dapat membawa perubahan yang luar biasa. (Zunairoh Mu'minatun Billah)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#dunia teknologi #tukang cuci piring #CEO Nvidia #profil #perjalanan hidup #tukang cuci piring jadi miliarder #Jensen Huang