RADAR JOGJA - Bidang pengabdian dan literasi jadi hal yang dekat dengan Tanaya Qatrunada Rutriningtyas, mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) angkatan 2022 ini aktif dalam berbagai kegiatan edukasi dan pengabdian.
Selain berkuliah, Tanaya kini aktif dalam pondok Islamic boarding school Al-Kautsar Jogja. Disebutkan, keterlibatannya di pondok tersebut berawal dari dirinya yang dulu juga sempat bersekolah SMA di sana. "Pondok itu tempat saya SMA dulu, saya juga tinggal di situ sampai sekarang dengan menyambi kuliah. Kurang lebih sudah lima tahun saya di sana," katanya, Kamis (19/9).
Ia menyebutkan, sebagai seorang musyrifah atau pembimbing asrama perempuan, Tanaya bertugas untuk membantu mengurus santri, dan juga membantu guru di TK menyesuaikan jadwal kuliahnya. "Saya bantu mengajar di PAUD hingga bagian TU, dan beberapa pendampingan untuk santri MTs dan MA," paparnya.
Ia mengaku, menjadi tenaga pendidik memang hal yang dicita-citakannya. Sehingga berbagai pengabdian yang dilakukan itu, jadi salah satu cara untuk mencapai hal tersebut. "Saya ingin menjadi guru, selain itu pengen juga jadi PNS atau bekerja di bagian administrasi perkantoran," sebutnya.
Lalu, dalam konteks akademik, Tanaya juga terlibat dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PGPAUD UAD danIkatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Sementara, salah satu pengabdian yang dilakukan Tanaya yakni, ia pernah ikut dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) yang berlangsung di Kalimantan.
Program yang merupakan inisiatif dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI, dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, lewat kolaborasi serta pertukaran budaya dan pengetahuan antar perguruan tinggi. "Saya terpilih PMM di Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan. Saya sangat senang ketika akhirnya lolos di PMM ini," ungkapnya (iza).
Editor : Heru Pratomo