RADAR JOGJA - Arif Darmawan adalah seorang pendakwah yang kini telah mendirikan Pondok Pesantren Muhammadiyah Daerul Khoir di Kalurahan Nglipar, Gunungkidul. Berdiri sejak 2017, kini santrinya mencapai 400 orang. Berasal dari jenjang SMP dan SMA.
Dari total tersebut, 10 persen santri tidak dipungut biaya dalam masa pendidikan. "Terkhusus bagi anak yang kurang mampu dalam finansial ataupun yatim piatu kami permudah dalam segi pembiayaan pendidikan," ucap laki-laki 36 tahun yang kerap disapa Ustad Arda Jumat (26/7).
Arda juga dikenal aktif dalam kegiatan organisasi ke-Islaman Muhammadiyah. Kini dia menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY.
Baca Juga: Konsolnas Muhammadiyah di Unisa Didatangi Pedemo Minta Jangan Kelola Tambang, Khawatir Dosa Ekologis
Baca Juga: Bahaya Efek Samping Suntik Putih yang Mengintai di Balik Kulit Cerah
Sebab sejak kecil, dia sudah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Muhammadiyah. Serta aktif kepengurusan organisasi Muhammadiyah sejak duduk di bangku SMA. "Santri sekaligus pengurus organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) pada 2004 silam," kenangnya.
Anak pertama dari tiga bersaudara itu memiliki alasan tersendiri dalam mengikuti organisasi ke-Islaman. Sebagai pendakwah, Arda memiliki tujuan untuk membangun peradaban yang berkemajuan. Salah satunya dengan mendirikan lembaga pendidikan untuk masyarakat Muhammadiyah.
Ilmu dan pendidikan, kata Arda, merupakan gerakan Muhammadiyah berdasarkan amal kebaikan. Sebagai wujud mengikhtiarkan kehidupan dalam beramal saleh. Dirinya berkomitmen untuk gerakan Muhammadiyah terus terstruktur dan terorganisir di seluruh daerah Indonesia.
"Gerakan Muhammadiyah hingga tingkat desa, itu yang kami upayakan di DIJ," ucapnya.
Baca Juga: Sudah Sah! Berikut 3 Hal Unik di Pernikahan Thoriq Halilintar dan Aaliyah Massaid
Menurut Arda, gerakan dalam berdakwah tentu mengikuti perkembangan zaman dan sesuai akidah. Salah satunya dengan memanfaatkan sosial media untuk mengajarkan ilmu dan pendidikan keagamaan.
Lahir di Gunungkidul, Arda juga dikenal sebagai entrepeneur yang sukses menjalankan berbagai bisnis. Dia sukses menggeluti usaha properti perumahan dan travel biro umrah. Tentunya bisnis yang dijalankan hingga kini untuk menunjang kehidupan istri dan empat anaknya.
"Karena pondok pesantren merupakan pengabdian saya dan kawan-kawan untuk agama, saya mulai berbisnis sejak 2020 kemarin," bebernya.
Arda berharap dirinya bersama pemuda Muhammadiyah dapat bermanfaat bagi agama, bangsa, dan daerah. Terkhusus bagi Kabupaten Gunungkidul yang merupakan tanah kelahirannya sendiri. (ndi/eno)
Editor : Heru Pratomo