RADAR JOGJA - Menjadi konten kreator semula tak ada dalam bayangan Mangsur. Dia adalah laki-laki berkursi roda yang akan berseliweran tiap pagi hingga sore di pinggir jalan Berbah, Sleman.
Setiap hari ia akan melakukan siaran langsung di TikTok untuk melarisi para pedagang sekitar.
Akunnya yang bernama @mangsur1904 telah memiliki 94,6 ribu pengikut dengan jumlah penyuka mencapai 303,8 ribu.
Baca Juga: Nelayan Amerika Viral di TikTok, Balas Komentar Netizen dalam Bahasa Jawa dan Sunda
“Yang membuat saya bisa di titik ini ya karena tidak menyerah dengan keadaan,” ujar Mangsur ketika ditemui di rumahnya, Rabu (29/5).
Berbekal semangat untuk bangkit, Mangsur mencoba mendalami TikTok lewat sistem afiliasi. Ia mengaku sempat ingin belajar pada senior-senior yang sudah lebih mapan, tetapi justru mendapat jawaban yang sinis, padahal persaingan di sistem afiliasi begitu ketat.
“Pemula itu kalah banget dengan yang senior. Saya berpikir gimana cara berkembang di TikTok dan coba live berbagi,” terangnya.
Mangsur mengaku ide tersebut diperoleh dari seorang dokter di Jakarta yang juga jadi temannya bernama Teo. Dari sana, ia mulai berkembang.
Setiap pagi ia akan melakukan siaran langsung untuk membagikan sarapan. Lalu pada siang dan sore harinya ia akan membeli dagangan para pedagang UMKM di Jalan Berbah.
“Misal, modal Rp5.500 untuk membeli makanan. Lalu ada yang memberi stiker topi yang nilainya Rp7.000. Kita terima bersih sekitar Rp6.500 karena ada potongan admin. Nantinya uang yang diterima itu untuk modal tadi. Sisanya jadi rezeki kita untuk kuota dan tenaga” jelas Mangsur soal mekanisme berbagi yang ia lakukan.
Ia merasa bersyukur karena kehidupannya bisa tercukupi melalui siaran langsung ini. Rumah yang ia tinggali juga sudah direnovasi sehingga lebih nyaman.
Laki-laki asal Kendal ini bercerita dirinya mulai tidak bisa berjalan sejak tahun 2019. Keadaannya ini disebabkan oleh kecelakan. Ia jatuh dalam posisi terduduk dan membuat tulang ekornya cedera.
Baca Juga: Garuda Pertiwi Menang 5-1 atas Singapura, Supporter dan Pemain Suarakan Liga Putri Kembali Digelar
Kakinya sama sekali tidak bisa digerakan. Untuk berpindah tempat, ia mesti menyeret tubuhnya. Hal ini jadi satu-satunya solusi lantaran sang istri tak mungkin kuat untuk menggendongnya.
“Dulu lantainya masih semen bolong-bolong. Saya alasi pakai karung beras. Kaki saya geser pakai tangan. Selama setahun jadi persis suster ngesot,” terang ayah satu anak ini.
Kala itu, Mangsur bahkan mengaku buang air kecil maupun besar di tempat. “Enggak bisa dikontrol, gak bisa ngomong apa-apa. Saya cuma nangis, putus asa.”
Baca Juga: Minat Masyarakat Beli Hewan Kurban Turun, Ini Kata Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi
Kondisi tersebut sempat membuat mentalnya tergoncang. Terlebih, sebagai kepala keluarga ia bertanggungjawab untuk menghidupi rumah tangganya.
Saat itu, kehidupan mereka bergantung dengan pakaian yang Mangsur jual secara daring melalui Facebook.
Mangsur sendiri sudah menjalani operasi bedah syaraf pada 2020 lalu. Keadaannya telah membaik dan bisa berjalan meski hanya beberapa langkah. “Tinggal kaki kanan yang sering bengkak jadi kalau live saya naikan ke kursi untuk antisipasi.”
Editor : Heru Pratomo