Menurut warga sekitar, Watu Jagal menjadi tempat penghukuman bagi mata-mata Belanda. Watu Jagal menyimpan misteri pembunuhan penduduk pribumi pada 1940 sebelum Indonesia Merdeka.
”Watu Jagal yang dulunya berada di pinggir sungai (Progo,Red) diangkat oleh warga hingga ditempatkan sekarang ini,” ungkap Tugimin, 52, warga Plataran. Oleh masyarakat, Watu Jagal diamankan di sebuah gazebo kecil. Berdekatan dengan lahan persawahan warga setempat.
Watu Jagal ada dua bagian. Pertama berbentuk bulat dan bagian tengahnya cekung. Di bagian cekungannya itulah untuk memenggal kepala. Kedua batu menyerupai balok dan berbentuk lonjong. Di batu ini badan mausia diletakkan. Konon salah seorang warga Plataran bernama Sugiyono dan ayahnya menjadi saksi mata peristiwa pemenggalan penduduk pribumi tersebut. Peristiwa itu diketahui saat Sugiyono berumur 8 tahun.
Untuk mengenang peristiwa tersebut, masyarakat setempat mengabadikannya dengan merintis wisata Watu Jagal. Pada 2018 lokasi ini mulai dikembangkan menkjadi destinasi wisata. Sekitar 500 meter ke selatan dari situs Watu Jagal, dibangun embung sri rejeki. Di lokasi ini juga terdapat dua goa. Goa Sembadan dan Jurang Dalem. Lalu di tepian Kali Putih terdapat gerojokan air layaknya air terjun, yang diberi nama Cempaka Putih. Nah, di Sungai Progo memiliki daya tarik tersendiri. Hamparan bebatuan sisa letusan vulkanik gunung berapi mempercantik destinasi wisata ini.
Ulu-ulu Kalurahan Banyurejo Dwi Yatno mengatakan, destinasi Watu Jagal ini berdiri di lahan seluas 1 haktare. Merupakan tanah kas desa, yang dikelola masyarakat setempat melalui swadaya. Kemudian mendapatkan dukungan bantuan berupa pembangunan cor di sekeliling embung. Juga mendapatkan benih bibit ikan dari dinas pertanian pangan dan perikanan kabupaten.
”Kalau Minggu pagi biasanya rame. Banyak pegowes mampir mencicipi kuliner Watu Jagal,” ungkapnya.
Destinasi ini masih dalam tahap rintisan dan belum diresmikan, karena selama pandemi destinasi ini cukup terdampak. Ke depan jika wisata mulai bergeliat lagi harapannya bisa dikerjasamakan dengan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Banyurejo, baik dari sisi retribusi maupun pengelolaan lainnya. (mel/bah) Editor : Editor Content