72 Jam Penanganan, Trans Home Sudah Berstatus Hijau;  Manajemen Pastikan Tidak Ada PHK Karyawan

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:28 WIB
Personel Damkar Kabupaten Sleman berupaya memadamkan api yang masih membakar bagian basement toko bahan bangunan dan elektronik Trans Home, Berbah, Sleman, Rabu (2/10). Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Personel Damkar Kabupaten Sleman berupaya memadamkan api yang masih membakar bagian basement toko bahan bangunan dan elektronik Trans Home, Berbah, Sleman, Rabu (2/10). Foto: Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

 

SLEMAN - Trans Home di Jalan Jogja-Solo Km 11, Padukuhan Mangunan, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, yang mengalami kebakaran sejak Kamis (1/10) kondisinya sudah dinyatakan berstatus hijau. Terhitung Minggu (4/10) pukul 13.30, tim pemadam kebakaran (damkar) tidak lagi menemukan bara maupun titik api di tempat kejadian perkara. 

Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman Indra Darmawan menjelaskan, hari ini penanganan tim damkar diawali dengan pengecekan seluruh lantai termasuk basement. Pada pukul 07.25 kondisi visual sisi utara di lantai satu maupun dua sudah negatif asap. 

Baca Juga: Over Kuota! Konsumsi BBM dan LPG Subsidi di DIY, Pemprov Ajukan Tambahan  hingga Akhir Tahun

 Sementara sisi barat terlihat asap putih dari lubang ventilasi dengan suhu masih panas. Sementara dari basesment sesekali keluar asap putih cukup tebal lalu menghilang, suhu masih panas, visibilitas terlihat, dan ada penurunan genangan air. 

Untuk sisi timur kondisi ruangan bersuhu panas, visibilitas terlihat, asap putih amat tipis, dan terdapat genangan air. Usai dilakukan penanganan, Trans Home dinyatakan berstatus hijau dan petugas sudah kembali ke markas.  "Jika dihitung dari Kamis pukul 13.00, penanganan berarti 72 jam," katanya, Minggu (4/10). 

Nantinya apabila diketahui titik api kembali, dia sebut pihak keamanan akan berkoordinasi dengan petugas damkar. Operasi penanganan kebakaran Trans Home sendiri sudah ditutup Sabtu (3/10) pukul 21.21. Hanya saja tetap ada satu armada pemadam di lokasi untuk terus melakukan penanganan lanjutan. 

Baca Juga: Bedog Artsfest Ke-16 di Gamping, Sleman Ajak Warga Merawat Sungai lewat Seni

Menurut Indra, tantangan utama dalam penanganan kebakaran ini terletak pada bagian ruang bawah tanah (rubanah). Meski sudah dilakukan penyemprotan dari luar hingga lantai basement tergenang air setinggi 30 sentimeter, asap masih terus keluar. 

Suhu ruang juga masih tinggi sehingga upaya penanganan dengan masuk ke dalam tidak bisa langsung dilakukan. "Pada kondisi ini tim damkar tetap melaksanakan upaya pendinginan dan siaga memantau dari luar bassment," katanya. 

Dalam penanganan kebakaran toko bangunan dan elektronik ini, tiga personel damkar dia sebut juga sempat terluka karena terkena pecahan kaca maupun ubin. Hanya saja usai dilakukan penanganan oleh tim kesehatan, bisa langsung aktif kembali. 

Baca Juga: Merapi Level III Siaga 4 Oktober 2026, 18 Guguran Lava Pijar, Ini Daerah Bahaya yang Wajib Dihindari

Sementara itu, Kasihumas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro menjelaskan, sampai saat ini penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Petugas masih dalam proses olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, maupun pengecekan CCTV. "Kepolisian masih fokus pada proses penyelidikan," tegasnya. 

Humas Trans Home Claudius Devito memastikan tidak akan dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawan imbas musibau ini. Pasca-kebakaran pegawai juga tetap bisa masuk dengan kebijakan separo bekerja dari rumah dan separo lagi bekerja di kantor darurat.

Lokasi kantor darurat ini berada di area gudang Trans Home berjarak sekitar 500 meter dari toko yang terbakar. "Tidak ada PHK, kami jamin seluruh hak karyawan kami," tegasnya. (del/laz) 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Trans Home Kebakaran PHK jalan jogja-solo