Belum Adanya Diafragma Dipersoalkan, PT Adhi Karya Pastikan Bracing Amankan Girder Tol di Trihanggo

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 20:30 WIB
SESUAI SOP: Pemasangan diafragma pada proyek Tol Solo-Jogja Seksi 2 Paket 2.2. Pemasangan ini belum sepenuhnya dilakukan pada konstruksi di atas Ring Road Trihanggo. (Dokumentasi PT Adhi Karya)
SESUAI SOP: Pemasangan diafragma pada proyek Tol Solo-Jogja Seksi 2 Paket 2.2. Pemasangan ini belum sepenuhnya dilakukan pada konstruksi di atas Ring Road Trihanggo. (Dokumentasi PT Adhi Karya)

SLEMAN - Keamanan konstruksi Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman menjadi sorotan masyarakat di media sosial. Pada bagian konstruksi yang berada di atas Ring Road Trihanggo, sejumlah girder (gelagar atau balok horizontal) terlihat belum dilengkapi diafragma atau pengikat antar-girder.

Diafragma berfungsi mengikat girder yang dipasang berdampingan agar tetap stabil dan tidak bergeser atau terguling ketika menerima gaya lateral, termasuk akibat gempa.

Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Solo-Jogja Seksi 2 Paket 2.2 Agung Murhandjanto membenarkan, diafragma pada titik yang disorot tersebut sebelumnya belum terpasang. Namun, menurut dia, girder telah diberi pengamanan sementara menggunakan metode bracing. Yakni menambahkan komponen atau elemen struktural tambahan yang dipasang pada struktur rangka untuk meningkatkan stabilitas dan kekuatan.

Baca Juga: Enam Tahun Bersama, Azriel Hermansyah dan Sarah Menzel Makin Dekat ke Pelaminan

“Ini sudah metodologi yang sudah bersifat umum untuk pembangunan jalan tol di beberapa tempat,” kata Agung saat ditemui di Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman Selasa (29/9).

Agung menjelaskan, pemasangan diafragma di titik tersebut memang belum masuk dalam tahapan pekerjaan saat itu. Pekerja masih berfokus menyelesaikan ramp on atau jalur masuk dan ramp off atau jalur keluar kendaraan dari exit tol.

Meski demikian, pemasangan diafragma pada bagian utama jalan mulai dikerjakan Selasa (29/9). Adhi Karya menargetkan pekerjaan ramp on dan ramp off selesai pada Oktober, sedangkan target fungsional jalan tol dari Jasa Marga ditetapkan pada Desember. “Jadi kami tidak berhenti sementara. Insya Allah selalu on schedule,” ujarnya.

Baca Juga: PSS Sleman Kalah Tiga Kali Beruntun, Huistra Sebut Tak Ada yang Perlu Disalahkan

Agung juga menyampaikan apresiasi atas perhatian warganet terhadap konstruksi tersebut. Menurut dia, sorotan tersebut menjadi pengingat bagi kontraktor untuk terus memperhatikan aspek keselamatan selama proses pembangunan.

Construction Engineer PT Adhi Karya Gibran Satria Samudra menjelaskan, setiap girder yang dipasang memiliki berat sekitar 89 ton. Dalam satu bentang terdapat 12 girder yang pengamanannya dilakukan dengan metode bracing sesuai standar Bina Marga.

Bracing tersebut dipasang dengan cara dilas memanjang dan menyilang mengikuti panjang girder. Menurut Gibran, pekerjaan itu telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP). Bahkan, diameter besi yang digunakan untuk bracing lebih besar dari ukuran yang dipersyaratkan. “Pekerjaan itu sudah kami lakukan sebagai pengganti diafragma secara sementara. Jadi kami sudah memenuhi SOP,” ujarnya.

Saat ini, pemasangan diafragma telah dilakukan di seluruh area, kecuali pada titik yang sebelumnya menjadi sorotan warganet. Di bagian tengah Ring Road Trihanggo tersebut direncanakan terdapat 13 span (bentang) girder.

Dari 13 span tersebut, 10 span telah dipasangi girder, sedangkan tiga span lainnya belum. Dari 10 span yang telah terpasang girder, delapan span sudah dilengkapi diafragma dan dua span masih menggunakan metode bracing sementara. “Sebenarnya dibilang aman, insya Allah aman. Memang berada di atas jalan raya yang digunakan masyarakat umum jadi terlihat berbahaya,” kata Gibran. (del/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman bracing ring road Trihanggo girder