DP3 Sleman Gelar Vaksinasi Ratusan Anjing, Upaya Pertahankan Status Bebas Rabies

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 20:00 WIB
ANTISIPASI: Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman melakukan proses vaksinasi rabies pada anjing. (Dokumentasi DP3 Sleman)
ANTISIPASI: Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman melakukan proses vaksinasi rabies pada anjing. (Dokumentasi DP3 Sleman)

SLEMAN - Kabupaten Sleman termasuk daerah dengan predikat bebas rabies di Indonesia. Vaksinasi rabies secara masal terus digencarkan. Sehingga status bebas rabies tetap bisa dipertahankan.

Rabies atau yang dikenal dengan penyakit anjing gila adalah infeksi virus akut pada sistem saraf pusat yang menular melalui hewan terinfeksi. 

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Liem Astuti menjelaskan, upaya preventif rabies tetap harus jadi prioritas karena kemungkinan penyebaran virus masih tetap ada. Apalagi jika mempertimbangkan arus perpindahan hewan piaraan di Bumi Sembada tergolong sangat cepat dan tinggi, upaya pencegahan dini kini digencarkan secara masif.

Baca Juga: 967 KK Jogja Hidup tanpa Sanitasi Layak, Kemantren Tegalrejo Terbanyak: Mayoritas di Pinggir Sungai

"Harapan kami, vaksinasi ini menjadi pencegahan agar tidak terjadi kasus anjing gila dan virusnya menyebar ke mana-mana," ujar Liem dalam giat vaksinasi rabies di Ron-Ron Dog Care (RRDC), Kalurahan Sardonoharjo, Ngaglik Selasa (22/9).

Liem menyebut, risiko penyakit ini sangat berbahaya karena bisa ditularkan pada manusia lewat air liur maupun gigitan hewan. Jika tidak dikendalikan lewat upaya preventif, dia yakin virus ini bisa menjadi ancaman yang sangat berbaya.

Lewat acara semacam ini, sejatinya pemerintah berusaha menghilangkan kekhawatiran masyarakat terhadap penyebaran penyakit rabies, termasuk jika melihat ada kehadiran anjing di ruang-ruang publik.  "Kalau gerakan ini sudah dilakukan secara masif insyaallah semuanya akan menjadi baik," ujarnya.

SIMBOLIS: Pembukaan giat vaksinasi anjing di Ron-Ron Dog Care (RRDC) Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman Selasa (22/9). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
SIMBOLIS: Pembukaan giat vaksinasi anjing di Ron-Ron Dog Care (RRDC) Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman Selasa (22/9). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

Sementara itu, pemilik RRDC Victor Ferdinand Indrabuana mengungkapkan, shelter miliknya saat ini menampung 239 ekor anjing. Populasi tersebut merupakan gabungan anjing liar, hewan yang dibuang pemilik, hingga barang bukti kepolisian dari kasus penangkapan jagal. "Hari ini kami melihat salah satu dukungan berupa vaksinasi. Apa pun bantuan dari pemerintah tentu kami terima," ujarnya.

Dukungan penuh juga datang dari sektor swasta melalui penyediaan vaksin. Pimpinan Divisi Veteriner PT Sanbe Farma Anak Agung Made Agung Adnyana menyebutkan bahwa program ini dirancang selama tiga hari dengan target 80 ekor anjing per hari. Ia mengingatkan bahwa rabies adalah ancaman nyata yang berisiko fatal hingga menyebabkan kematian pada manusia.

"Meski Sleman sudah bebas rabies, antisipasi harus tetap diperketat. Jangankan virusnya masuk, singgah pun tidak boleh," tegas Anak Agung. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
DP3 Sleman anjing vaksinasi rabies vaksinasi rabies