SLEMAN - Jambore Daerah (Jamda) V Yamaha RX-King Indonesia (YRKI) digelar di Stadion Maguwoharjo pada Sabtu hingga Minggu (19-20/9). Acara yang dihadiri para bikers ini menuari keluhan lantaran suara dari knalpotnya yang berisik dan kepulan asap yang ditimbulkan.
Salah satu warga Kalurahan Maguwoharjo Dewi Arum mengaku memahami jika penggunaan motor RX-King memang jadi hobi sejumlah masyarakat. Hanya saja secara pribadi dia tidak suka suara keras seperti knalpot RX-King ini sehingga memang mengganggu.
"Waktu kehirup asap knalpotnya itu juga bau," katanya, Senin (21/9).
Sementara itu, Ketua Panitia JAMDA V YRKI DIY, Babhe Yatno menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat sekitar. Utamanya apabila acara ini menimbulkan ketidaknyamanan soal suara dan asap.
Baca Juga: Dosen Fapet UGM Raih Golden Medal INOVETION Award 2026 lewat Adioranye AI, Bantu Peternak Olah Data
"Kami mendengar dan kami memahami keluhan tersebut," ujarnya.
Yatno menyampaikan, acara JAMDA V ini adalah agenda resmi dua tahunan YRKI DIY yang sudah berizin lengkap dari kepolisian dan pengelola stadion. Pelaksanaannya pun dibatasi jamnya sehingga tidak 24 jam penuh. Dia menilai setiap acara besar pasti ada plus minusnya. Di balik suara yang mungkin berisik, ada ribuan UMKM, pedagang asongan, tukang parkir, penginapan di sekitar Maguwoharjo yang ikut merasakan rezekinya.
"Ada ribuan saudara dari luar daerah yang datang tertib dan membawa nama baik Jogja," katanya.
Dia memastikan seluruh keluhan ini akan dijadikan masukan dan evaluasi. Kedepan panitia akan koordinasi lebih intensif lagi dengan warga sekitar, RT/RW, dan akan disiapkan manajemen kebisingan yang lebih baik.
"Kami terbuka untuk kritik yang membangun. YRKI DIY ini milik Jogja, jadi Jogja harus tetap nyaman untuk semua," tambahnya. (del)
Editor : Bahana.