Usai 134 Siswa di Turi Keracunan akibat MBG, SPPG Wonokerto Minta Maaf, Siapkan Kompensasi

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 20:00 WIB
SPPG Wonokerto yang menyediakan MBG bagi siswa yang mengalami keracunan di Kapanewon Turi Senin (7/9). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
SPPG Wonokerto yang menyediakan MBG bagi siswa yang mengalami keracunan di Kapanewon Turi Senin (7/9). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonokerto Turi menyampaikan permohonan maaf atas kasus dugaan keracunan setelah sejumlah penerima manfaat mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (7/9). SPPG juga menyiapkan kompensasi bagi pihak yang terdampak.

Kepala SPPG Wonokerto Turi Rifqi Dimas Pratama mengatakan, pihaknya menyesalkan kejadian tersebut, terutama dampak yang dirasakan penerima manfaat dan keluarganya. Peristiwa itu, menurut dia, menjadi perhatian dan bahan evaluasi serius bagi SPPG Wonokerto.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh penerima manfaat, orang tua, pihak sekolah, serta masyarakat yang terdampak oleh peristiwa ini,” kata Rifqi Minggu (13/9).

Baca Juga: Meriah! Pemkab Kulon Progo Siapkan Konser Guyon Waton hingga Manunggal Fair untuk Hari Jadi ke-75

Sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG Wonokerto Turi berkomitmen mendampingi penerima manfaat dan keluarga selama proses penanganan. SPPG juga menyatakan akan memberikan kompensasi kepada pihak yang terdampak.

Saat ini, lanjutnya, operasional SPPG Wonokerto Turi untuk sementara dihentikan. Evaluasi dilakukan terhadap sarana dan prasarana, sumber daya manusia, proses operasional, pengelolaan bahan baku, serta penerapan standar keamanan pangan. Rifqi memastikan, SPPG Wonokerto akan mendukung proses investigasi instansi terkait dan menjalankan rekomendasi yang diberikan sebagai bagian dari perbaikan layanan.

Sementara itu, data terbaru Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mencatat 134 dari 679 responden mengalami gejala sakit. Dari jumlah tersebut, 539 responden mengonsumsi menu MBG, sedangkan 140 lainnya tidak. Kasus terbanyak ditemukan di SMPN 3 Turi dengan 81 kasus. "Gejala terbanyak adalah pusing, mual, sakit perut, lalu sakit kepala," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati Minggu (13/9).

Baca Juga: Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Serie A, Partenopei akan Rasakan Empat Kekalahan Beruntun?

Khamidah menyebut, bola-bola sapi goreng memiliki ukuran asosiasi paling tinggi pada kejadian tersebut. Namun, pihaknya belum dapat memastikan makanan itu sebagai penyebab dan masih melakukan analisis epidemiologi. Sebab selain bola-bola sapi goreng, menu MBG yang dibagikan saat kejadian terdiri atas nasi putih, edamame, kari kol wortel, dan semangka kuning.

Direktur RSUD Sleman Wisnu Murti Yani menjelaskan, dua pasien yang sempat rawat inap di RSUD Sleman sudah pulang seluruhnya. Kedua pasien ini masuk pada Senin (7/9), lalu satu orang pulang pada Rabu (9/9) dan satu lainnya pada Kamis (10/9).

Kondisi pasien saat masuk, lanjutnya, dalam keadaan mual, sakit kepala, dan muntah. Lantaran saat itu muntah berlangsung terus-menerus, sehingga pasien disarankan untuk rawat inap. "Yang paling terakhir pulang ini memang agak berat gejalanya sehingga pemulihannya paling panjang," ucapnya. (del/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
SPPG wonokerto Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonokerto keracunan turi Makan Bergizi Gratis (MBG)