SLEMAN - Sejumlah siswa di Kalurahan Pandowoharjo, Sleman mengalami keracunan usai mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) pada Senin (31/8) lalu. Saat itu menu yang diberikan terdiri atas nasi putih, bola-bola ayam saus mentai, tahu pop krispi, tumis pokcoy, dan buah melon.
Berdasarkan data awal, ada 28 orang yang bergejala. Terdiri atas 25 siswa SDN Nyaen 2, dua siswa TK Keluarga, dan satu orang tenaga pendidik. Namun, hasil pendataan terbaru menunjukkan hasil berbeda.
Baca Juga: Pasca Sulitkan Penyandang Disabilitas, Desain Regol Ayom Malioboro Bakal Diubah
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati menjelaskan, pihaknya terus melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap dugaan kejadian luar biasa keracunan makanan di wilayah kerja Puskesmas Sleman ini. Termasuk penelusuran terhadap penerima manfaat MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sleman Pandowoharjo. Berdasarkan pemutakhiran data per 6 September 2026 pukul 20.00, telah terdata 2.033 responden dengan 1.627 orang mengonsumsi MBG. "Tercatat ada 389 orang mengalami keluhan kesehatan," katanya dikonfirmasi, Kamis (10/9).
Menurut Yuli, gejala yang paling banyak dilaporkan masih berupa sakit perut dan diare. Tidak terdapat pasien rawat inap dan ada 20 orang yang menjalani rawat jalan. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium terbaru menemukan bakteri bacillus cereus pada sampel bola-bola ayam saus mentai.
Baca Juga: Kiai Ponpes Ash-Sholihah Sleman Dua Kali Perkosa Alumni Santriwati yang Tengah Mengabdi hingga Hamil
Temuan itu sejalan dengan hasil analisis epidemiologi yang menunjukkan menu tersebut memiliki asosiasi paling kuat dengan kejadian sakit. "Hasil itu masih menjadi bagian dari proses investigasi dan akan dikorelasikan dengan hasil penyelidikan epidemiologi serta penelusuran food chain untuk memastikan hubungan dan titik kontaminasi," tegasnya.
Yuli menambahkan, produksi dan distribusi MBG dari SPPG Sleman Pandowoharjo sementara memang dihentikan. Hal ini sebagai langkah kehati-hatian selama proses investigasi dan evaluasi keamanan pangan berlangsung. Pemkab Sleman bersama instansi terkait terus melakukan penanganan, pemantauan dan evaluasi.
"Kami akan menyampaikan perkembangan lanjutan berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah terverifikasi," tandasnya. (del/laz)
Editor : Winda Atika Ira PuspitaSumber : Radar Jogja