Korban Keracunan MBG Pandowoharjo Capai 389 Orang, Lab Temukan Bacillus Cereus pada Bola-Bola Ayam

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 17:33 WIB
Ilustrasi siswa SD keracunan MBG
Ilustrasi siswa SD keracunan MBG

SLEMAN — Kasus dugaan keracunan makanan setelah konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, terus berkembang. Jumlah warga yang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan kini mencapai 389 orang.

Kasus tersebut bermula setelah sejumlah penerima manfaat mengonsumsi menu MBG pada Senin (31/8). Menu yang dibagikan saat itu terdiri atas nasi putih, bola-bola ayam saus mentai, tahu pop krispi, tumis pokcoy, dan buah melon.

Pada pendataan awal, terdapat 28 orang yang mengalami gejala kesehatan. Mereka terdiri atas 25 siswa SD Negeri Nyaen 2, dua siswa TK Keluarga, serta seorang tenaga pendidik.

Namun, setelah dilakukan pendataan dan pemutakhiran informasi terhadap penerima manfaat lainnya, jumlah tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan.

Baca Juga: Kiai Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Alumni Santriwati Dua Kali hingga Hamil

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Khamidah Yuliati, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan epidemiologi terkait dugaan kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan di wilayah kerja Puskesmas Sleman.

Penyelidikan juga mencakup penelusuran terhadap para penerima manfaat MBG yang memperoleh makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sleman Pandowoharjo.

Berdasarkan pemutakhiran data hingga 6 September 2026 pukul 20.00 WIB, sebanyak 2.033 responden telah terdata. Dari jumlah tersebut, 1.627 orang diketahui mengonsumsi menu MBG.

"Tercatat ada 389 orang mengalami keluhan kesehatan," kata Yuli saat dikonfirmasi, Kamis (10/9).

Menurut Yuli, keluhan yang paling banyak disampaikan penerima manfaat masih berupa sakit perut dan diare. Meski demikian, tidak ada pasien yang harus menjalani rawat inap.

Sementara itu, sebanyak 20 orang tercatat mendapatkan perawatan secara rawat jalan.

Bacillus Cereus Ditemukan pada Sampel Makanan

Hasil pemeriksaan laboratorium terbaru turut menemukan adanya bakteri Bacillus cereus pada sampel bola-bola ayam saus mentai yang merupakan salah satu menu MBG.

Temuan laboratorium tersebut dinilai sejalan dengan hasil analisis epidemiologi. Berdasarkan analisis tersebut, menu bola-bola ayam saus mentai memiliki keterkaitan paling kuat dengan kejadian sakit yang dialami para penerima manfaat.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menegaskan temuan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir mengenai sumber kontaminasi.

"Hasil tersebut masih menjadi bagian dari proses investigasi dan akan dikorelasikan dengan hasil penyelidikan epidemiologi serta penelusuran food chain untuk memastikan hubungan dan titik kontaminasi," tegasnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Slavia Praha vs Lens di Liga Champions, Update Tim, Starting XI dan Skor Akhir

Proses penelusuran masih dilakukan untuk mengetahui hubungan antara temuan bakteri dengan kejadian keracunan sekaligus memastikan titik yang menjadi sumber kontaminasi.

Produksi MBG Pandowoharjo Dihentikan Sementara

Sebagai langkah pencegahan, produksi dan distribusi makanan dari SPPG Sleman Pandowoharjo untuk sementara dihentikan.

Penghentian tersebut dilakukan selama proses investigasi dan evaluasi terhadap aspek keamanan pangan masih berlangsung. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian untuk mencegah munculnya kasus serupa.

Yuli memastikan Pemerintah Kabupaten Sleman bersama instansi terkait masih terus melakukan penanganan, pemantauan, serta evaluasi terhadap kasus tersebut.

"Kami akan menyampaikan perkembangan berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah terverifikasi," tandasnya. (del)

Editor : Bahana.
MBG Sleman SPPG Sleman keracunan mbg Pandowoharjo bacillus cereus