SPPG Wonokerto Turi Dihentikan

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 21:47 WIB
SPPG Wonokerto yang menyediakan MBG bagi siswa yang mengalami keracunan di Kapanewon Turi, Sleman. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
SPPG Wonokerto yang menyediakan MBG bagi siswa yang mengalami keracunan di Kapanewon Turi, Sleman. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

 

SLEMAN - Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sleman Harsono Budi Waluyo buka suara atas peristiwa keracunan MBG di Turi.  Dia sebut KPPG Sleman telah menerima laporan indikasi gangguan pencernaan. Berdasarkan pemantauan awal, tercatat 49 orang mengalami gejala berupa mual, pusing, dan muntah.

Dari jumlah itu, 48 orang merupakan siswa dan satu orang guru. Sebanyak 45 orang telah mendapatkan penanganan di puskesmas, tiga orang menjalani rawat jalan di RSUD Sleman, dan satu orang masih menjalani rawat inap di RSUD Sleman.

"Kondisi mayoritas penerima manfaat yang mengalami gejala dilaporkan telah membaik dan telah kembali ke rumah masing-masing," katanya lewat keterangan tertulis yang diterima, Selasa (8/9).

Baca Juga: 53 Siswa dan Guru SDN 1 Sumberagung Bantul Keracunan MBG, Diduga dari Menu Bistik Galantin

Dia sebut SPPG Turi Wonokerto pada hari itu menyalurkan MBG kepada 2.682 penerima manfaat. Menunya terdiri atas nasi putih, bola-bola sapi goreng, edamame, kari kol wortel, dan semangka kuning.

Menindaklanjuti laporan ini, KPPG Sleman bersama tim SPPG telah koordinasi dengan pihak sekolah, puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, kepolisian, dan Koramil untuk melakukan pemantauan serta penanganan terhadap penerima manfaat.

Sebagai langkah kehati-hatian dan untuk memastikan keamanan penerima manfaat, dia sebut distribusi MBG pada kloter berikutnya dihentikan sementara setelah adanya laporan gejala gangguan pencernaan. Puskesmas dan dinas kesehatan juga telah melakukan pengambilan sampel makanan.

Baik sampel makanan yang telah disimpan, makanan dari proses produksi terakhir, serta mengambil sampel air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan di SPPG. 

"Sampel tersebut selanjutnya akan diperiksa sesuai prosedur untuk mengetahui penyebab kejadian," katanya.

Baca Juga: Ratusan Ibu-Ibu di Jogja Long March sambil Pukul Panci, Desak Pemerintah Hentikan Program MBG

Dia menilai penyebab gangguan pencernaan tersebut belum dapat disimpulkan dan masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak berwenang.

Oleh karena itu, KPPG Sleman mengimbau seluruh pihak untuk tidak berspekulasi sampai hasil pemeriksaan laboratorium dan kajian dari instansi terkait diperoleh. 

Sebagai tindak lanjut, KPPG Sleman mengaku akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses produksi dan distribusi.

Termasuk memperketat penerapan standar operasional terkait higiene dan sanitasi, pengawasan proses pengolahan makanan, serta sistem pengendalian mutu dan keamanan pangan di SPPG.

KPPG Sleman memastikan penanganan terhadap penerima manfaat menjadi prioritas utama serta akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait sampai proses pemeriksaan dan evaluasi selesai. "Untuk saat ini operasional SPPG juga telah dihentikan," tegasnya. (del/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Mbg rsud sleman keracunan kppg turi