Keracunan MBG, 45 Orang Ditangani Puskesmas Turi, Dua Siswa Dibawa ke RSUD Sleman

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 19:21 WIB
Warga melintas di depan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonokerto, Turi, Sleman, yang dalam kondisi tertutup setelah terjadi kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) Senin (7/9). Puluhan siswa dari tiga sekolah di Kapanewon Turi mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan yang diproduksi SPPG tersebut. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
Warga melintas di depan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonokerto, Turi, Sleman, yang dalam kondisi tertutup setelah terjadi kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) Senin (7/9). Puluhan siswa dari tiga sekolah di Kapanewon Turi mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan yang diproduksi SPPG tersebut. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

SLEMAN – Puskesmas Turi menangani 45 orang yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (7/9). Selain itu, dua orang lainnya langsung dibawa dari sekolah ke RSUD Sleman.

Kepala Puskesmas Turi Dyah Arum Retnaningtyas mengatakan, 24 orang yang datang sekitar pukul 09.30 berasal dari SMP Negeri 3 Turi. Dua lainnya merupakan siswa SD Muhammadiyah Balerante.

Kemudian sekitar pukul 11.30, Puskesmas Turi kembali menerima 19 siswa dari SMK Muhammadiyah 1 Turi. Dengan demikian, total terdapat 45 orang yang mendapat penanganan di Puskesmas Turi.

Baca Juga: Jaga Lingkungan DIY 30 Tahun ke Depan, Raperda RPPLH Terapkan Nilai-Nilai Hamemayu Hayuning Bawana

“Kebanyakan memang mengeluh pusing, mual, muntah, sakit perut, gitu. Menyatakan memang tadi setelah makan MBG, seperti itu,” kata Dyah saat ditemui di Puskesmas Turi, Senin (7/9).

Penanganan diawali dengan anamnesis atau wawancara terkait keluhan yang dirasakan pasien. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan fisik, meliputi tekanan darah, suhu, denyut jantung, dan respirasi.

Pasien diberikan obat sesuai keluhan, di antaranya paracetamol, antasida, dan ranitidin. Setelah mendapat pengobatan, kondisi para pasien membaik sehingga diperbolehkan pulang dan dijemput orang tua.

Baca Juga: Lahan Muara Sungai Progo Terbakar akibat Sampah Dibakar Pemancing, Akses Damkar Sempat Terhalang

“Kami beri obat-obat untuk pencernaan. Alhamdulillah setelah pengobatan gejalanya membaik, jadi bisa kami izinkan untuk pulang dan dijemput orang tua,” ujarnya.

Meski sudah diperbolehkan pulang, Puskesmas Turi meminta sekolah dan orang tua tetap memantau kondisi siswa. Jika muncul gejala lanjutan, siswa diminta segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Pemantauan juga dilakukan terhadap siswa lain yang telah mengonsumsi MBG tetapi belum mengalami gejala.

 

“Walaupun saat ini kondisi anak-anak baik, tapi kalau ada gejala nanti segera dibawa ke faskes,” sebut Dyah.

Sementara itu, dua orang lainnya langsung dibawa dari sekolah ke RSUD Sleman tanpa melalui penanganan di Puskesmas Turi. Dyah mengaku belum mengetahui perkembangan kondisi keduanya. Untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan, Puskesmas Turi telah mengambil sampel makanan MBG yang dikonsumsi para siswa. Sampel tersebut kini diproses untuk pemeriksaan laboratorium.

Sampel yang diambil meliputi bola-bola daging, edamame, semangka, sayur wortel dan kol, serta nasi putih. Menu MBG tersebut dibuat oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonokerto.

Saat Radar Jogja mendatangi SPPG Wonokerto, sejumlah pegawai masih berada di area dapur. Namun, pihak SPPG belum memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.

Pegawai SPPG menyampaikan pihaknya belum dapat memberikan komentar karena khawatir informasi yang disampaikan belum tepat. “Nanti malah ke mana-mana gitu. Kami mohon maaf. Kepala kami juga ada tamu,” ujarnya.

Setelah awak media meninggalkan halaman SPPG Wonokerto, petugas keamanan juga menutup gerbang kantor SPPG. (del)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Puskesmas Turi SPPG wonokerto Mbg keracunan Program makan bergizi gratis (MBG)