RSJ Grhasia Banyak Tangani Gangguan Psikiatri Anak, Sebut karena Kecanduan Gadget

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 20:45 WIB
Direktur RSJ Grhasia Akhmad Akhadi. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
 
Direktur RSJ Grhasia Akhmad Akhadi. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)  

SLEMAN - Penggunaan gadget menjadi salah satu faktor yang banyak ditemukan pada anak dan remaja yang mengalami gangguan psikiatri di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia. Ketergantungan terhadap gadget dapat membuat anak enggan sekolah, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami penurunan prestasi.

Direktur RSJ Grhasia Akhmad Akhadi mengatakan, pasien anak dan remaja yang ditangani mayoritas mengalami gangguan psikiatri maupun autisme. Dalam sejumlah kasus, pengaruh gadget menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi mereka.

“Anak dan remaja tadi dilaporkan paling banyak itu adalah pengaruh gadget,” katanya Rabu (2/9).

Baca Juga: Rasakan Pahit Manis Bersama Laskar Sembada, Cleberson Ingin Bawa PSS Sleman ke Papan Atas

Menurut Akhmad, penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak pada aktivitas dan kemampuan anak. Beberapa di antaranya mengalami kesulitan fokus, tidak mau bersekolah, hingga mengalami kemunduran prestasi.

Kondisi tersebut membutuhkan penanganan jangka panjang. Terapi diberikan sesuai hambatan yang dialami masing-masing pasien. Anak yang mengalami kesulitan bicara, misalnya, akan mendapatkan terapi bicara.

“Obat itu hanya separuh bagian dari keseluruhan proses terapi, yang kami berikan adalah rehabilitasi,” ujarnya.

Akhmad mengatakan, pasien anak dan remaja yang ditangani RSJ Grhasia umumnya berusia di bawah 14 tahun. Ia menilai penggunaan gadget perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi pola aktivitas dan perkembangan anak ketika digunakan secara berlebihan.

Baca Juga: Kampung Batik Kauman Solo, Jejak Batik Keraton yang Tetap Lestari

Meski demikian, ia menegaskan bahwa jumlah pasien yang datang ke RSJ Grhasia tidak dapat langsung diartikan sebagai peningkatan kasus gangguan psikiatri. Kapasitas dan fasilitas pelayanan rumah sakit saat ini juga telah bertambah.

“Sementara kapasitas pelayanan kami juga sekarang jauh lebih besar. Makanya juga meningkat pasiennya,” katanya.

Dia juga menyoroti penambahan pasien lansia pada layanan psikiatri geriatri. Dari biasanya hanya 300 hingga 400 orang, tahun ini hingga Agustus bisa sampai 600 orang. Umumnya mereka mengalami gangguan jiwa karena kemunduran fungsi otak. Proses ini dia sebut umum terjadi ketika seseorang mengalami penuaan.

“Semakin sepuh (tua) orang memang otaknya mengalami degenerasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Seruni Angreni Susila mengingatkan orang tua agar lebih memperhatikan penggunaan teknologi oleh anak. Termasuk ketika anak menggunakan kecerdasan buatan (AI) sebagai tempat mencurahkan persoalan pribadi.

Menurutnya, penggunaan AI untuk mencari solusi masalah psikologis tetap perlu didampingi. Jawaban dari teknologi dengan sumber yang tidak jelas berisiko memberikan informasi atau saran yang keliru dan justru memperburuk kondisi psikologis anak. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
anak dan remaja gangguan psikiatri autisme rsj grhasia gadget