SLEMAN - Pengguna bus sekolah Kabupaten Sleman lewat armada bertajuk transportasi Bus Sekolah Layak Anak (Si Bulan) Sleman terus meningkat. Peningkatan terbanyak terjadi di koridor tiga dan empat melayani jalur Terminal Pakem–Bandara Adisutjipto. Ini sebagai salah satu upaya mendukung program kabupaten layak anak.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman Heri Kuntadi mengatakan, hal ini selaras dengan tujuan penyelenggaraan program sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas khususnya bagi anak di bawah umur.
"Antusiasme ini bisa dilihat dari laporan bulan Juli kemarin yang penumpangnya melonjak, apalagi koridor tiga dan empat," katanya dikonfirmasi, Kamis (27/8/2026).
Baca Juga: Diduga Rem Blong, Truk Hantam Tiga Kendaraan dan Ruko di Jalan Magelang-Purworejo
Heri menjelaskan, ada empat armada Si Bulan yang beroperasi. Terbagi ke koridor satu dan dua dengan jalur Dishub Sleman–Pasar Godean. Di koridor ini tercatat telah melayani 1.739 penumpang pada Juli. Atau meningkat dari bulan sebelumnya yakni 1.103 penumpang.
Sementara koridor tiga dan empat melayani jalur Terminal Pakem–Bandara Adisutjipto. Telah melayani total 3.230 penumpang dan meningkat signifikan dibanding bulan sebelumnya sejumlah 1.913 penumpang.
“Bahkan mendapat banyak permohonan untuk bisa membuka layanan serupa di sejumlah wilayah sebagai solusi atas akses transportasi yang terbatas. Termasuk pengembangan jalur Si Bulan ke depannya,” ujarnya.
Baca Juga: Terjadi Lima Kali, Lampu Tol Jogja-Solo Kembali Digondol Maling: Kerugian Ditaksir Rp 4,6 Juta
Heri menyebut, kapasitas Si Bulan untuk koridor satu dan dua adalah 19 kursi. Sementara koridor tiga dan empat 30 kursi. Biasanya saat beroperasi pada pagi maupun sore kursi tersebut hampir selalu penuh, bahkan tak jarang ada yang sampai tidak kebagian tempat duduk.
"Kami tentu terus berupaya merespons apa yang jadi masukan dari masyarakat," jelasnya.
Salah satu upaya terdekat adalah penggunaan fasilitas bus milik Sekolah Rakyat (SR) di Kapanewon Kalasan sehingga ada lima armada yang beroperasi di Bumi Sembada. Ketika nanti tidak sedang digunakan siswa SR, bus ini bisa dipakai untuk melayani siswa umum. Hanya, dishub masih melakukan koordinasi dan belum bisa memastikan kepastian untuk trayek bus tersebut.
Baca Juga: Wawali Wawan Harmawan Daftarkan Diri Ikut Bursa Pemilihan Ketum Askot PSSI Kota Jogja
Salah satu fasilitas unggulan dari program Si Bulan adalah penggunaan GPS sehingga orang tua bisa melakukan pemantauan keberadaan bus. Saat ini sistem itu telah digunakan untuk koridor satu maupun dua, sementara koridor lainnya masih berproses. Harapannya Si Bulan ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para siswa sekolah.
"Semoga kami dapat tambahan armada sehingga bisa mengantarkan siswa dengan nyaman," tandasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menjelaskan, program Si Bulan merupakan bentuk hadirnya Pemkab Sleman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini adalah wujud perhatian terhadap kenyamanan dan keselamatan siswa dalam kegiatan belajar-mengajar.
"Dengan adanya bus sekolah ini tentu kenyamanan dan keamanan murid lebih terjaga. Sekaligus mendukung program kabupaten layak anak," ujarnya. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita