Realisasi Investasi Kabupaten Sleman Triwulan  II Tahun 2026 Tembus Rp 931,7 Miliar

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:00 WIB
Kepala DPMPTSP Kabupaten Sleman Triana Wahyuningsih. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Kepala DPMPTSP Kabupaten Sleman Triana Wahyuningsih. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
 
SLEMAN - Investasi Kabupaten Sleman pada Triwulan II Tahun 2026 menunjukkan capaian yang positif. Nilai investasi yang berhasil direalisasikan mencapai Rp 931,7 miliar. Terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 125,7miliar dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 806 miliar. Nilai investasi tersebut berasal dari 2.449 proyek investasi dan berhasil menyerap 2.448 tenaga kerja baru. 
 
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman, Triana Wahyuningsih  menjelaskan, kontribusi terbesar berasal dari sektor listrik, gas, dan air dengan nilai investasi sebesar Rp 318,43 miliar. Selanjutnya diikuti sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi sebesar Rp 267,28 miliar. Diikuti sektor perdagangan dan reparasi sebesar Rp 159,24 miliar, lalu jasa lainnya sebesar Rp 87,69 miliar, serta sektor hotel dan restoran sebesar Rp 27,34 miliar. 
 
Baca Juga: Upaya Dinkes DIY Pertahankan Prevalensi di Bawah 10 Persen, Bidik Pencegahan Stunting dari Hulu
 
"Dominasi sektor tersebut mencerminkan terus berkembangnya infrastruktur, layanan, serta aktivitas ekonomi yang jadi penopang pertumbuhan investasi," katanya, Selasa (25/8). 
 
Sementara itu, dari sisi investasi asing, Singapura masih menjadi negara dengan nilai investasi terbesar mencapai Rp 120,03 miliar. Posisi berikutnya ditempati Republik Rakyat Tiongkok sebesar Rp 1,22 miliar, Amerika Serikat sebesar Rp 1,15 miliar, Korea Selatan sebesar Rp 652,54 juta, dan Jerman sebesar Rp 614,86 juta. Triana menilai, capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Bumi Sembada tetap terjaga meski dunia masih menghadapi berbagai tantangan akibat ketidakpastian ekonomi serta dinamika geopolitik global. 
 
Baca Juga: Komitmen PSIM Jogja Evaluasi Akses Tiket, Berharap Lebih Mudah dan Aksesibel untuk Penonton
 
"Stabilitas daerah, potensi ekonomi yang terus berkembang, serta kemudahan dalam berusaha menjadi faktor penting yang mendukung keberlanjutan investasi," ujarnya. 
 
Dia menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga kesempatan pertumbuhan investasi. Baik itu melalui penyederhanaan proses perizinan berusaha, penguatan ekosistem investasi yang kondusif, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada investor. Langkah tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan daya saing Kabupaten Sleman sebagai tujuan investasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan serta membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat. (del) 
Editor : Sevtia Eka Novarita
penanaman modal asing (PMA) penanaman modal dalam negeri (PMDN) investasi investor Kabupaten Sleman