SLEMAN - Kawasan Kuliner Tiyasan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, bakal menjadi ruang bertemunya geliat UMKM, seni budaya, dan ekonomi kreatif dalam Suadesa Festival 2026.
Festival yang digelar 22–23 Agustus 2026 ini membawa semangat pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi Compressed Natural Gas (CNG) bagi pelaku usaha.
PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Subholding Gas Pertamina, menggelar festival tersebut dengan tema “Semangat Kemerdekaan untuk UMKM Desa yang Mandiri, Adil & Makmur.”
Kegiatan diarahkan untuk memperkuat potensi ekonomi masyarakat melalui kuliner, ekonomi kreatif, hingga pengembangan desa wisata.
Baca Juga: Sesuai Kalender Jawa, Hadeging ke-221 Kadipaten Pakualaman Digelar Dua Kali Tahun Ini: Ini Acaranya!
Bagi warga Gandok Tambakan, festival ini bukan sekadar agenda hiburan.
Suadesa menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi kampung kepada masyarakat yang lebih luas.
Lurah Sinduharjo, Sudarja, mengatakan kawasan tersebut memiliki beragam potensi yang layak dikembangkan.
Mulai dari aktivitas ekonomi warga hingga kreativitas seni dan budaya.
Baca Juga: Hiromu Tanaka Ingin Kumpulkan Banyak Kemenangan untuk PSS Sleman
“Suadesa Festival 2026 memberi ruang bagi berbagai potensi yang dimiliki masyarakat untuk lebih dikenal dan bertemu dengan lebih banyak orang,” kata Sudarja.
Suadesa Festival 2026 dikemas dalam empat program utama, yakni Pasar UMKM Suadesa, Panggung Rakyat Suadesa, Workshop Suadesa, dan Suadesa Peduli.
Sebanyak 40 pelaku UMKM dari warga setempat serta UMKM binaan PGN akan terlibat.
Sementara itu, sekitar 75 pelaku seni lokal dan komunitas turut memeriahkan acara.
Baca Juga: Bupati Gunungkidul Tegaskan Tak Ada Lagi Jabatan Titipan, Manajemen Talenta Jadi Dasar Penempatan
Panggung hiburan juga menjadi magnet tersendiri. Kirab Bregodho, Hadroh, dan Badui akan tampil bersama Smarai, Nona Sepatu Kaca, Kampayo, Jogja 90’s, The Rain, hingga Jikustik.
Division Head Corporate Social Responsibility (CSR) PGN, Krisdyan Widagdo Adhi, mengatakan festival tersebut dirancang agar pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan pengembangan bisnis.
Menurutnya, Kawasan Kuliner Tiyasan memiliki peluang untuk berkembang menjadi destinasi wisata kuliner dan pusat ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Di sisi lain, PGN memperkenalkan CNG Cylinder/Gaslink sebagai salah satu alternatif energi bagi UMKM dan sektor Horeka, khususnya usaha yang belum mendapatkan akses jaringan gas pipa.
Baca Juga: Tak Bisa Proses Tuntutan Transparansi Danais, KID: Serikat Warga YogyakartaHarus Tempuh Prosedur Ini
“Dari sisi bisnis, kami melihat Suadesa Festival sebagai momentum untuk memperkenalkan solusi energi CNG kepada pelaku usaha,” ujar Krisdyan.
Festival ini ditargetkan mendatangkan sekitar 1.200 pengunjung setiap hari dari Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, hingga Solo, Magelang, dan Muntilan.
Menariknya, manfaat kegiatan tidak berhenti pada transaksi UMKM.
Sebagian hasil penjualan akan disalurkan untuk membantu korban bencana di NTT.
Baca Juga: Waspadai Musim Kedua PSIM Jogja di Super League, Iksan Mahar Sebut Tantangannya Lebih Sulit
Dengan konsep tersebut, Suadesa Festival diharapkan menjadi ruang yang menghubungkan masyarakat, usaha lokal, hiburan, kepedulian sosial, sekaligus pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan.
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja